Peringkat 13 hingga 17 Cuma Terpisah 4 Poin, Siapa Bakal Degradasi dari BRI Liga 1?
Posisi ke-13 hingga ke-17 pada klasemen sementara BRI Liga 1 hanya terpisah oleh selisih empat poin yang sangat tipis.
Seluruh tim yang berpartisipasi dalam BRI Liga 1 2024/2025 telah menyelesaikan pertandingan ke-29. Selain persaingan untuk merebut gelar juara antara Persib Bandung, Dewa United, dan tim lainnya, perhatian juga tertuju pada kompetisi untuk menjauh dari zona degradasi.
Ketegangan dalam persaingan untuk keluar dari papan bawah liga ini menjadi salah satu sorotan utama musim ini. Dipastikan akan ada banyak drama dalam usaha tim-tim tersebut untuk menghindari degradasi.
Dengan tersisa lima laga di BRI Liga 1 2024/25, terdapat enam klub yang nasibnya masih menggantung. Beberapa di antaranya belum dapat memastikan diri aman dari ancaman degradasi, sementara ada pula yang meskipun berada di zona merah, belum sepenuhnya terpuruk.
Hal ini dikarenakan perbedaan poin yang sangat tipis, yakni hanya empat angka antara peringkat ke-13 hingga ke-17 di klasemen sementara. Di akhir klasemen, tiga tim terendah akan terdegradasi dan digantikan oleh PSIM Yogyakarta, Bhayangkara FC, dan Persijap Jepara.
Tim-tim BRI Liga 1
Klub legendaris Persis Solo mulai menunjukkan peningkatan untuk menghindari ancaman degradasi setelah berhasil mengalahkan Barito Putera dengan skor 1-0 pada hari Sabtu, 19 April 2025.
Saat ini, tim yang dijuluki Laskar Sambernyawa tersebut menempati posisi ke-13 dengan perolehan 29 poin, unggul dalam head to head dibandingkan Barito Putera yang berada di posisi ke-14 dengan jumlah poin yang sama.
Di bawah mereka, terdapat Madura United yang menduduki urutan ke-15 dengan 27 poin. Namun, Madura United masih memiliki satu pertandingan tunda pada pekan ke-28 melawan Arema, yang dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2025. Dengan kata lain, Madura United memiliki peluang besar untuk menambah poin dan menjauh dari ancaman degradasi.
Di sisi lain, PSIS Semarang dan Semen Padang FC kini terjebak di zona degradasi, menempati posisi ke-16 dan ke-17. Keduanya hanya terpaut empat poin dari Persis dan Barito Putera, sehingga masih ada harapan bagi mereka untuk selamat. Namun, jalan yang harus dilalui tidaklah mudah, karena setiap pertandingan adalah final dan setiap kesalahan bisa berakibat fatal.
Jangan lupakan PSS Sleman, meskipun saat ini berada di dasar klasemen dengan 22 poin, tim Super Elang Jawa belum sepenuhnya kehilangan harapan untuk bertahan di BRI Liga 1 musim depan.
Selain membutuhkan kemenangan di semua laga tersisa, PSS juga memerlukan keajaiban, yakni agar para pesaingnya mengalami kegagalan. Dengan situasi yang semakin memanas, setiap tim harus berjuang keras untuk mengamankan posisi mereka di liga.
Pertandingan-pertandingan
Selain pertandingan antara Madura United dan Arema yang akan berlangsung pada hari Kamis, BRI Liga 1 2024/2025 hanya menyisakan lima laga lagi. Ini akan menjadi tantangan berat karena tim-tim tersebut akan berhadapan dengan lawan-lawan yang sedang berlomba meraih gelar juara. Salah satu contohnya adalah PSS Sleman yang akan melawan Persib Bandung pada tanggal 26 April 2025, serta Barito Putera yang akan berhadapan dengan Dewa United FC pada 2 Mei 2025.
Selain itu, ada juga laga antara Persib Bandung melawan Barito Putera pada 9 Mei 2025 dan Persebaya Surabaya yang akan bertemu Semen Padang FC pada hari yang sama. Pertandingan lainnya adalah Persis Solo melawan Dewa United FC pada 17 Mei 2025, serta Persib Bandung yang akan melawan Persis Solo pada 24 Mei 2025.
Di samping itu, tim-tim yang berada di zona bawah klasemen juga akan saling berhadapan dalam beberapa pekan mendatang yang sangat menentukan. Contohnya, PSIS Semarang akan melawan PSS Sleman pada pekan ke-32 yang dijadwalkan pada 9 Mei 2025.
Kemudian, Madura United akan bertemu PSS Sleman dan PSIS Semarang akan melawan Barito Putera pada pekan ke-34 yang jatuh pada 24 Mei 2025. Dalam lima pekan ke depan, tim-tim yang tidak berjuang untuk gelar juara akan memberikan daya tarik tersendiri. Sangat menarik untuk melihat tim mana yang akan bertahan di Liga 1 atau harus rela terdegradasi ke liga yang lebih rendah di akhir musim ini.