Tujuh Peserta Export Coaching Program Berhasil Tembus Pasar Ekspor
Merdeka.com - Tujuh perusahaaan peserta program pendampingan ekspor atau Export Coaching Program (ECP) asal Sulawesi Selatan dan Yogyakarta berhasil melakukan kegiatan ekspor perdananya. Pelaku usaha ini bergerak di industri kerajinan, makanan dan minuman, serta kayu dan produk kayu.
Didi Sumedi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, menjelaskan capaian ini tidak lepas kerja sama Kemendag dengan dinas yang menangani sektor perdagangan di Pemprov Sulawesi Selatan dan Yogyakarta. Selain itu, komitmen kuat dan kerja keras dari para pelaku usaha peserta ECP.
“Hal itu tentu cukup membanggakan di tengah kendala logistik kelangkaan kontainer ekspor selama pandemi Covid-19. Kemendag akan terus mendampingi, membantu, mendorong, dan memberikan fasilitasi kepada para pelaku usaha potensial ekspor guna peningkatan kesiapan ekspor untuk mendukung peningkatan ekspor secara nasional,” ujar Dirjen Didi, dalam rilisnya, Minggu (26/9).
Ke-7 UMKM tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, yakni PT Bumi Runut Bersama (Kabupaten Pangkep) --ekspor perdananya ke China berupa cocofiber sebanyak 1 kontainer, CV Sumber Pangan Nusantara (ekspor ke Malaysia produk makanan ringan), dan CV LARS (ekspor produk rumput laut ke Taiwan).
Empat UMKM lagi dari Yogyakarta: CV Ride One Gallery (produk Cermin Antique ke Prancis dan Glass Handicraft ke Belgia), CV Solobeat (drumsticks ke Ghana Afrika dan 200 pasang Solobeat drumsticks ke Kolombia), PT Bumicharya Utama Luhur (ekspor produk Teak Flooring ke Italia), dan PT Serena Sejahtera (produk salak ke Kamboja).
“Pelepasan produk ekspor menjadi komitmen kami untuk meningkatkan daya saing dan memotivasi para pelaku usaha,” ujar dirjen.
Pada tahun ini, di tengah pandemi Covid-19, sudah ada 10 pelaku asal Jawa Timur yang berhasil melakukan ekspor dengan produk kapok fiber, coconut charcoal, kelapa, alas kaki, kerajinan kaca, tas kerajinan Aceh dan coco powder, damar batu, glassware, interior dari batu alam dengan negara tujuan ekspor : India, Rusia, Vietnam, Inggris, Prancis, Amerika Serikat dan Argentina, Angola dan Belanda.
Sementara, Kepala Balai Besar PPEI Heryono Hadi Prasetyo menambahkan, keberhasilan ini berkat kerja sama tim yang baik antara BB PPEI dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melakukan kegiatan ekspor.
“Diharapkan para pelaku usaha mampu menjalankan bisnis ekspornya secara efektif dan mandiri,” harapnya.
Dia menjelaskan,permasalahan yang sering dihadapi pelaku usaha antara lain keterbatasan kapasitas produksi, SDM, persyaratan, promosi, serta pengetahuan tentang regulasi ekspor baik di dalam negeri maupun di negara tujuan ekspor. Maka itu, melalui ECP, peserta juga diharapkan dapat menambah wawasan mengenai cara mengatasi berbagai kendala untuk menjadi eksportir yang tangguh.
(mdk/sya)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya