Tarif Commuter Line masih akan naik lagi?
Merdeka.com - PT KAI Commuter Jabodetabek menyebutkan akan menaikkan tarifnya secara periodik atau berkala seperti kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Rencana ini diambil karena tarif saat ini masih belum bisa menambal kerugian perusahaan tersebut.
"Kita maunya periodik kaya TDL aja gitu. Tapi kita jalanin lagi aja kenaikan Rp 2000 sekarang ini. Kalau ada mau evaluasi kita omongin lagi," ungkap Direktur Keuangan PT KAI Commuter Jabodetabek Tri Handoyo kepada wartawan, di Jakarta, Senin (24/9).
Commuter Line memang tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah karena mereka merupakan anak usaha BUMN PT KAI. Sebagai anak usaha, mereka tidak mendapatkan subsidi. Bukan hanya itu, perseroan mengaku juga terkena pajak impor pembelian kereta api sehingga semakin menambah beban perusahaan.
"Pajak impor beli KRL kita itu 10 persen. Harusnya pajak impornya itu dipush-in tapi karena kita bukan BUMN, kena pajak impor 10 persen," tegasnya.
Commuter sendiri hingga tahun 2019 nanti akan terus membeli kereta bekas dari Jepang hingga 1.440 unit. Setiap tahun, terdapat 160 unit kereta didatangkan dari Jepang. Untuk tahun ini mereka baru akan mendatangkan 90 unit.
Dengan demikian, dia optimis program pemerintah untuk mengangkut penumpang sebanyak 1,2 juta penumpang per hari dapat terwujud di akhir tahun 2019 dengan dukungan armada sebanyak 1.440 armada.
Pihaknya mengaku telah menyiapkan Rp 1,4 triliun dengan rincian pembelian satu unit sebesar Rp 1 miliar, atau sepersepuluh unit kereta baru. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya