Stop usaha patungan Ustaz Yusuf Mansyur, Dahlan sebut sensitif

Reporter : Idris Rusadi Putra | Rabu, 17 Juli 2013 20:27




Stop usaha patungan Ustaz Yusuf Mansyur, Dahlan sebut sensitif
Konpers Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak mau berkomentar mengenai keputusannya menyetop usaha patungan Ustaz Yusuf Mansyur yang rencananya akan membangun sebuah hotel di Bandara Soekarno Hatta.

Dahlan beralasan, persoalan itu adalah isu yang sensitif dan tidak bisa dijelaskan dalam waktu singkat. "Ini sensitif, saya tidak bisa jelaskan sekarang," ucap Dahlan ketika ditemui di jakarta, Rabu (17/7).

Namun demikian, mantan dirut PLN ini berjanji akan memberikan keterangan kepada wartawan mengenai persoalan tersebut. "Besok saya jelaskan, tidak bisa dijelaskan dalam waktu singkat," singkatnya.

Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur saat ini sedang menggalang dana patungan untuk membuat hotel. Hotel itu rencananya akan diberi nama Hotel Siti. Hotel patungan itu nantinya akan melayani jamaah haji dan umrah.

Namun usaha penggalangan dana dengan sistem patungan itu kini dihentikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Alhamdulillah, terima kasih atas kebersamaan kawan-kawan yang telah tergabung dengan Patungan Usaha selama ini. Untuk perbaikan ke depan, atas saran kawan-kawan ahli keuangan, administrasi, dan manajemen, terkait dengan legalitas PatunganUsaha, dan juga saran Bapak Menteri BUMN, Bapak Dahlan Iskan, maka sementara pendaftaran keanggotaan PatunganUsaha dihentikan dulu," ujar Yusuf Mansur dalam situs usahanya tersebut http://patunganusaha.com seperti dikutip merdeka.com, Selasa (16/7).

Menurut Yusuf, penutupan tersebut hanya tidak menerima peserta baru. Yusuf dalam situs tersebut juga menjanjikan bahwa usaha patungan yang dia rintis ke depannya akan segera dibuka kembali dengan format baru yang lebih memiliki aspek legalitas.

"Ke depan, akan dibuka kembali dalam wajahnya yang baru, dengan legalitas yang insya Allah benar dengan mengikuti peraturan pemerintah. Alternatif di antaranya untuk bentuk PatunganUsaha ke depan adalah Non Public Listed Company," terangnya.

Lalu kapan hal itu akan terealisasi? "Insya Allah dalam waktu yang tidak akan lama lagi akan diumumkan," terangnya.

Menurut Yusuf, kelanjutan proyek Hotel Siti, mengingat dana untuk take-over dan finishing pekerjaan dari dana PatunganUsaha masih jauh dari mencukupi, akan dilanjutkan dengan skema perbankan biasa (menggunakan dana perbankan). Yusuf pun menjanjikan sudah ada beberapa bank yang siap untuk melanjutkan proyek hotel ini.

"Dan akan halnya dana yang sudah masuk, tetap akan dilaksanakan apa-apa yang sudah disampaikan di penawaran terdahulu. Mohon doanya, semoga Allah meridhai kita semua. Aamiin," imbuhnya.

[noe]

KUMPULAN BERITA
# Dahlan Iskan# Hotel

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • KPK dan PPATK serahkan laporan terakhir calon menteri Jokowi
  • Belum temukan calon, Saipul Jamiell sudah pilih tanggal nIkah
  • 4 Nama disetor KPK, Jokowi mungkin umumkan menteri malam ini
  • TNI pamer kekuatan pasukan elite dan alutsista di Beijing
  • Iannone alami cedera lengan setelah bersenggolan dengan Marquez
  • JK merapat ke Istana temui Jokowi & Surya, umumkan nama menteri?
  • Pemulung temukan mayat siswa SMP di Pantai Tanjung Emas
  • Malam-malam, Surya Paloh temui Jokowi di Istana
  • Land Cruiser dinas sering mogok, Pakde Karwo tolak ganti baru
  • Tahanan ketahuan simpan ponsel, KPK larang keluarga membesuk
  • SHOW MORE