Setelah jual aset, utang perusahaan Bakrie kini Rp 6 triliun

Reporter : Sri Wiyanti | Minggu, 31 Maret 2013 18:44




Setelah jual aset, utang perusahaan Bakrie kini Rp 6 triliun
Gedung Bakrie. REUTERS

Merdeka.com - Langkah manajemen PT Bakrie&Brothers Tbk menjual aset-aset perusahaan ternyata terbukti manjur menekan jumlah utang yang melilit perusahaan tersebut. Laporan keuangan perusahaan dengan kode emiten BNBR ini mencatat, utang perusahaan yang semula mencapai Rp 10 triliun, turun Rp 4 triliun.

"Dan penting untuk dicatat, pada tahun 2012 lalu kami berhasil menekan beban utang dalam jumlah yang sangat berarti, 40 persen," ujar Direktur Utama & CEO BNBR Bobby Gafur Umar melalui keterangan pers yang diterima merdeka.com, Minggu (31/3).

Dia mengklaim, laporan keuangan konsolidasi Perseroan tahun 2012 menunjukkan indikator-indikator finansial yang prospektif. Sepanjang 2012, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 15,48 triliun.

Laba bersih perusahaan milik keluarga Aburizal Bakrie ini mencapai Rp 354,87 miliar dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 127,77 miliar. Dia mengaku optimis tahun ini mampu mencatatkan kinerja lebih baik. "Net profit kami menunjukkan peningkatan. Jumlah revenue BNBR juga cukup signifikan," katanya.

Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno menambahkan, tahun 2011, BNBR mencatatkan utang sebesar Rp 10,71 triliun. Tahun lalu, utang Perseroan berkurang Rp 4,27 triliun, menjadi hanya Rp 6,44 triliun.

Dia menambahkan, bersamaan dengan itu, beban bunga juga ditekan dari sebelumnya Rp 2 triliun pada 2011 menjadi Rp 1,19 triliun di tahun 2012. "Penurunan beban utang dan bunga pinjaman ini meringankan beban keuangan Perseroan sepanjang tahun 2012," ujar Eddy.

Sebelumnya, Bobby mengatakan bahwa salah satu solusi untuk melunasi utang-utang yang menjadi beban perusahaan adalah dengan melepas kepemilikan saham di beberapa perusahaan Bakrie.

"Ada beberapa unit yang sedang dalam taraf pembicaraan dengan calon partner tersebut untuk kepemilikan 40-75 persen di unit manufaktur kami," ujar Bobby kepada merdeka.com, tahun lalu.

Proses divestasi ini sejalan dengan rencana perseroan dengan pola kerja sama rekanan dengan pemain global yaitu Korea, Jepang dan China.

Dia mengatakan, beberapa aset dan unit perusahaan pengolahan yang akan dilepas sahamnya antara lain adalah Seamless Pipe Indonesia Jaya, Bakrie Pipe Indonesia, South East Asian Pipe Indonesia, South East Asian Pipe, Bakrie Construction, Bakrie Building Industries dan lainnya.

[noe]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Jokowi sudah anggarkan Rp 781 M beli Lapindo tahun 2015
  • Djarot tak nongol seharian di Balai Kota, ini komentar Ahok
  • Bius singa buat foto-foto, kebun binatang Argentina dikecam
  • KPK akhirnya tahan eks Sekjen ESDM
  • Puting beliung terjang Bandung Timur, pohon bertumbangan
  • Politikus PDIP bela Rini Soemarno soal penjualan aset BUMN
  • 2 Napi di Bangli berhasil kabur setelah curi motor di sekolah
  • Tolak digusur, pedagang Pasar Koblen hujani polisi dengan batu
  • Ranking FIFA: Indonesia turun dua peringkat
  • Ranking FIFA: Jerman tutup tahun 2014 di posisi puncak
  • SHOW MORE