Rupiah anjlok, inflasi tahun ini bisa tembus 9 persen

Reporter : Saugy Riyandi | Rabu, 28 Agustus 2013 14:45




Rupiah anjlok, inflasi tahun ini bisa tembus 9 persen
kedelai. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gejolak perekonomian nasional yang disebabkan melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, mendorong kenaikan harga barang-barang impor. Kondisi ini mempengaruhi inflasi dari sisi impor (imported inflation). Rupiah saat ini berada di kisaran Rp 10.950 per USD.

Tahun ini, tekanan inflasi diprediksi melonjak tinggi, jauh dari target pemerintah yang ditetapkan dalam asumsi makro APBN Perubahan 2013. "Ya pokoknya gini lah, inflasi kita perkirakan akan lewat di atas 8 persen, 8 hingga 9 persen lah," ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brodjonegoro saat konferensi pers di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (28/8).

Tingginya lonjakan inflasi, kata dia, sangat dipengaruhi tekanan inflasi di bulan-bulan terakhir menjelang akhir tahun. Hanya saja, dia tidak bisa memprediksi besaran tekanan inflasi di sisa lima bulan ke depan. "Enggak usah menghitung per bulannya," tegas dia.

Tekanan inflasi yang tinggi juga berimbas pada kenaikan imbal hasil atau yield surat berharga negara (SBN). Bambang menuturkan, pemerintah sudah memperhitungkan inflasi yang tinggi dengan kenaikan yield pada SBN.

Akan tetapi, hal tersebut dapat ditolong oleh Surat Utang Negara (SUN) yang masih tetap menjadi pilihan untuk investasi. "kayak kemarin, Bidnya baik kan banyak yang meminta, itu bisa membantu harganya tidak melonjak," pungkas dia.

Sebelumnya, pemerintah ternyata berencana merevisi sejumlah target asumsi makro yang tercantum dalam postur APBN-P 2013. Hal itu diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis. Dia menyebutkan, target asumsi makro APBN-P 2013 yang akan direvisi adalah inflasi, nilai tukar Rupiah, dan pertumbuhan ekonomi.

Tingginya tekanan inflasi hingga semester I 2013 sebesar 3,29 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juli 2013) sebesar 6,75 persen dan tingkat inflasi year on year (Juli 2013 terhadap Juli 2012) sebesar 8,61 persen, memaksa pemerintah merevisi target inflasi APBN-P 2013.

Target inflasi yang semula dipatok di angka 7,2 persen, akan direvisi naik. "Menjadi 9 persen," kata Harry Azhar di gedung DPR, Jakarta, Senin (26/8) malam.

[noe]

KUMPULAN BERITA
# Inflasi# Rupiah Merosot

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Heboh Jokowi salaman dengan warga lewat pagar istana
  • Pencuri modus pecah kaca ditembak mati di Bekasi
  • Ini cerita sopir taksi Siti Bugiah dapat tumpeng pertama Jokowi
  • Alumni ITB ditunjuk jadi CEO Credit Suisse Asia Pasifik
  • Jena Malone dapatkan peran misterius di Batman V Superman
  • Polisi akhirnya ungkap penyebab kecelakaan Ladies Code
  • Diundang PM Australia ke G20, Jokowi bilang belum punya kabinet
  • Diduga stres gara-gara skripsi, mahasiswa USU gantung diri
  • Jokowi temui Menlu AS, tiba-tiba balon Doraemon masuk istana
  • Jadwal kelahiran anak kedua Kate Middleton - William terungkap!
  • SHOW MORE