Rupiah anjlok, harga barang elektronik naik utang makin besar

Reporter : Novita Intan Sari | Rabu, 21 Agustus 2013 06:24




Rupiah anjlok, harga barang elektronik naik utang makin besar
Saham Anjlok. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kondisi perekonomian nasional tengah dirundung awan hitam. Belum lama ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir laju pertumbuhan ekonomi di bawah 6 persen. Investasi dan ekspor sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi tidak berputar cepat, bahkan cenderung melambat.

Tidak hanya kondisi makro, guncangan terhadap stabilitas ekonomi nasional juga terlihat di pasar modal. Beberapa pekan terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah dan terus berada di zona merah. Indeks komposite terus melemah. Pelemahan indeks sekitar 4,2 persen. Saham-saham unggulan berguguran. IHSG terpaksa harus puas ditutup di level 4.714 pada perdagangan kemarin, Selasa (20/8).

Kondisi serupa terjadi di perdagangan pasar uang. Nilai tukar rupiah semakin tak berdaya terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah terus terpuruk ke level terendah. Nilai tukar Rupiah melemah sekitar 5 persen. Rupiah ditutup di kisaran Rp 10.680 per USD. Kondisi ini memaksa pemerintah dan otoritas terkait menggelar rapat marathon.

Meski mengkhawatirkan, pemerintah seolah tidak ingin panik. Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta pelaku pasar tetap tenang. Sebab, pelemahan nilai tukar dan bursa juga dialami mayoritas negara di Asia.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan tekanan terhadap Rupiah dan pasar keuangan, masih erat kaitannya dengan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Perry menegaskan bahwa bank sentral akan terus berada di pasar keuangan dalam upaya intervensi di pasar valas untuk stabilkan nilai tukar Rupiah. Dalam 2 hari ini Bank Indonesia membeli SBN sekitar Rp 2,6 triliun. Selama tahun 2013 bank sentral telah beli sekitar Rp 31 triliun.

Melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus mendekati Rp 11.000 per USD perlu diwaspadai. Pengamat Pasar uang farial Anwar melihat, merosotnya nilai tukar Rupiah bukan semata-mata karena naiknya harga BBM. Namun juga dipicu naiknya impor BBM, tingkat suku bunga dan tekanan inflasi yang tinggi. "Masyarakat tahun ini terpukul dua kali. Jangan dianggap biasa, ini sudah lampu merah untuk ekonomi Indonesia," jelasnya.

Merosotnya nilai tukar Rupiah menyita perhatian pelaku usaha, ekonom, dan pemerintah. Melorotnya Rupiah berdampak ke sektor lain, termasuk perbankan. "Potensi paling besar yang akan menjadi masalah memang perbankan karena kan meningkatkan kredit macet dan juga kemampuan masyarakat yang memiliki pinjaman berupa dolar," ungkap dia.

Yang paling dirasakan masyarakat, harga-harga sejumlah barang elektronik bakal naik. Naiknya harga barang elektronik adalah efek tidak langsung dari makin perkasanya dolar AS. Kenaikan harga lebih disebabkan karena harga bahan baku elektronik yang selama ini diimpor, telah meningkat.

Dampak paling besar adalah makin besarnya nilai utang pemerintah dan swasta. Farial menyebut, banyak bank yang memiliki utang mata uang dolar Amerika Serikat. Kondisi ini yang makin memperparah Rupiah. "Nilai utang pasti cenderung membengkak," katanya.

Ditambah tingkat suku bunga perbankan yang akan berdampak pada perkembangan investasi di Indonesia. "Kalau nilai rupiahnya tidak stabil, bagaimana investor mau masuk. Mereka pasti akan bingung dan bisa kabur dari pasar saham Indonesia," ujar dia.

Dari lantai bursa, analis Pasar Modal Purwoko Sartono menambahkan, meskipun bursa saham merupakan highlight dari kondisi atau prospek ekonomi suatu negara, namun dampak pelemahan IHSG akan lebih dirasakan oleh para investor.

"Kalau IHSG tidak sangat berpengaruh kepada masyarakat secara langsung. Tapi lebih pada sektor infrastruktur yang merupakan instrumen penggerak ekonomi meskipun tidak signifikan karena infrastuktur kan biasanya multiyears" jelas dia.

[noe]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Polisi telusuri identitas mayat pria misterius di Solok
  • ESDM: Energi kita murah tapi utang, sombong nggak ketulungan
  • 30 Pecalang disiapkan untuk amankan bulan madu Raffi-Gigi
  • Inilah sekilas rencana bulan madu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
  • Jelang pengumuman menteri, JK mendadak temui Jokowi di Istana
  • Gerindra tagih janji Jokowi kembalikan kejayaan RI di laut
  • Jokowi dilantik, pengrajin batu akik gelar asah batu gratis
  • Ini calon ajudan Presiden Jokowi dari kepolisian
  • Dirut KSEI terseret kasus korupsi Alkes Banten
  • Bahas APBN, Jokowi panggil mantan Wamenkeu ke Istana
  • SHOW MORE