Produk Indonesia, kalah di pasar lokal laku di internasional

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo | Kamis, 12 September 2013 07:30




Produk Indonesia, kalah di pasar lokal laku di internasional
Supermarket. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ironis. Kata itu seolah menggambarkan kondisi produk lokal Indonesia saat ini. Terpinggirkan di negara sendiri namun justru menjadi primadona di luar negeri.

Produk lokal di Indonesia seperti kalah bersaing dengan produk impor. Barang-barang dagangan milik anak bangsa justru sangat sedikit menghiasi etalase dan rak-rak toko ataupun supermarket.

Atas kondisi ini, pemerintah sempat berencana merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.8/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern. Langkah ini sebagai bagian dari menyelamatkan produk lokal yang selama ini tergusur dan kalah bersaing dengan produk impor yang membanjiri pasar dalam negeri.

Tingkat konsumsi di Indonesia tergolong sangat tinggi dan terus meningkat. Indonesia memiliki tingkat konsumsi tertinggi di Asia Tenggara dan ke empat di dunia.

"Pada 2014 pemerintah menargetkan konsumsi dalam negeri mencapai 95 persen," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo.

Tanpa aturan seperti itu, produk lokal di ritel modern tidak mendapat fasilitas yang layak seperti perlakuan pada produk impor. "Banyak di pertokoan modern, ternyata satu lantai penuh dengan penjualan brand luar negeri. Sementara produk dalam negeri ditempatkan di pojok. Ini yang kita tidak harapkan," tegas Gunaryo.

Akan ada dua implementasi yang diupayakan berjalan setelah revisi permen tersebut. Pertama, mewajibkan penggunaan produk dalam negeri hingga 80 persen di ritel dan waralaba modern.

Kedua, mengakomodasi pengadaan bahan baku untuk kebutuhan di dalam negeri. Jika nantinya ada kebutuhan untuk bahan baku yang tidak bisa dipenuhi dari dalam negeri, ada kelonggaran untuk impor.

Kondisi produk lokal di dalam negeri justru berbanding terbalik di luar negeri. Di negara tetangga Malaysia, produk Indonesia justru sudah merambah dari pedagang besar hingga eceran.

Beberapa produk tersebut seperti mie instan, kecap ABC, produk jamu, kopi Kapal Api, santan Kara dan banyak lagi. Penetrasi pasar ini juga menunjukkan bahwa produk Indonesia mendapat respon positif di masyarakat Malaysia.

"Ini menunjukkan produk Indonesia mampu bersaing di pasar ritel Malaysia," kata Ketua Indonesia Trade Association (ITA), Hotman Wangi.

Tak hanya di Malaysia, produk nasional juga laku di negara lain. Seperti produk jamu Tolak Angin salah satunya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga prihatin atas masalah ini. Pria yang akrab dengan panggilan Jokowi ini menilai agar produk lokal dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional maka dukungan pemerintah mutlak diperlukan.

Jokowi yang juga sempat menjadi pengusaha furniture ini menyatakan perlunya campur tangan pemerintah untuk riset selera yang diminati pasar global bagi pengusaha pemula. Sementara untuk pengusaha yang sudah lebih mapan, bantuan pemasaran lebih dibutuhkan.

[bmo]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart People Share This
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Edarkan pil koplo pada pelajar, petani di Madiun dibekuk polisi
  • Fraksi PKB desak Presiden Jokowi keluarkan Perppu UU MD3
  • Tessy minum pembersih toilet karena malu pakai narkoba
  • 4 Penangkapan artis narkoba paling dramatis, hingga bunuh diri
  • Siswi SMA di Medan pasang poster minta foto selfie dengan Jokowi
  • Taufik kecewa Mendagri keluarkan surat pelantikan Ahok
  • Kejati DKI pastikan berkas 2 tersangka sodomi di JIS lengkap
  • PermataBank klaim bisa raup laba bersih Rp 1,2 Triliun
  • Ini 5 cara membuang energi negatif dari pikiran!
  • Masih terngiang, 21 korban sodomi Emon alami trauma berat
  • SHOW MORE