Perdagangan bebas, strategi negara maju

Reporter : Idris Rusadi Putra | Kamis, 5 April 2012 11:36




Perdagangan bebas, strategi negara maju
Menteri Perindustrian MS Hidayat. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Skema kesepakatan perdagangan bebas atau free trade area (FTA) dinilai hanya untuk menguntungkan negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Terlebih, perekonomian AS dan Eropa saat ini tengah mengalami krisis berkepanjangan yang mendorong negara-negara di kawasan tersebut berkeinginan meningkatkan akses pasar (market accses) di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengatakan, negara maju tengah berupaya menggenjot pertumbuhan ekonominya untuk bisa keluar dari jeratan krisis. Salah satu strateginya adalah mengajak negara berkembang yang memiliki fundamental ekonomi kuat untuk melakukan liberalisasi perekonomian melalui skema perdagangan bebas.

"Mereka akan mengajak kerjasama negara maju melalui FTA dalam kerangka bilateral, regional maupun plurilateral," ungkap Hidayat dalam seminar bertajuk 'konsultasi publik dengan para pemangku kepentingan terkait FTA' di kantor Kemenperin, Kamis (5/4).

Tidak itu saja, Hidayat juga menyebutkan bahwa negara maju ditenggarai telah memasukkan isu-isu berdalih lingkungan dan aspek lain ke dalam market acces. Sementara permasalahan utamanya adalah pembukaan market access tersebut. "Kita harus melakukan konsultasi publik yang mengetengahkan pembahasan dampak dan tantangan FTA ini," tambahnya.

Sebelumnya, Hidayat juga mengakui bahwa skema perdagangan bebas hingga saat ini masih merugikan industri dalam negeri. Rendahnya bea masuk di Indonesia memaksa industri dalam negeri harus bersaing ekstra keras dengan produk impor yang dijual lebih murah. Kebijakan ini diakui membuat industri dalam negeri mati karena tidak mampu bersaing.

"Daya saing kita masih belum kuat dan faktor penunjang daya saing juga belum cukup seperti infrastruktur, logistik, ketenagakerjaan, otonomi daerah," ucapnya.

[oer]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Romi berdoa agar Djan Faridz diberi hidayah
  • Kemah di Gunung Guntur, enam pendaki asal Depok disambar petir
  • Jadi Wantimpres bidang ekonomi, Rusdi Kirana ingin hidupkan KUD
  • Genjot pajak, pemerintah kaji penerapan layanan prioritas
  • Planet ini punya cincin 200 kali lebih besar dari milik Saturnus!
  • Saksi Budi Gunawan tak hadir dipanggil KPK, ini jawaban Mabes Polri
  • Menteri Yuddy: Larangan rapat di hotel 99 persen berhasil
  • Sebut 'warna', Benedict Cumberbatch dihujat kaum kulit hitam
  • Yuddy Chrisnandi: Penggalangan massa KPK atau Polri tak perlu
  • Sidak ke Kapuk, Djarot malah diteriaki warga mana Jokowi
  • SHOW MORE