Penundaan kenaikan TDL solusi terbaik
Merdeka.com - Kalangan pengusaha menyambut baik penundaan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10 persen. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang kebijakan publik, fiskal, moneter dan perpajakan Haryadi Sukamdani mengungkapkan, kesepakatan penundaan kenaikan tarif listrik merupakan jalan tengah yang baik. "Itu solusi yang baik," ungkap Haryadi kepada merdeka.com, Kamis (15/3).
Haryadi mengatakan, penundaan tersebut sudah sesuai dengan usulan dari kalangan pengusaha. Sebab, pengusaha merasa terbebani dengan rencana kenaikan tarif listrik. Terlebih, lanjut Haryadi, pengusaha masih terpukul dengan kebijakan kenaikan upah buruh.
"Memang lebih baik diundur, karena akan jadi beban," jelasnya. Haryadi mengatakan, hampir dipastikan terjadi peningkatan biaya produksi jika tarif listrik naik.
Haryadi mengatakan, jika kebijakan kenaikan tarif listrik direalisasikan hanya kepada pengguna listrik di atas 450 VA, hal tersebut dinilai tidak adil. Sebab, jika dihitung kebutuhan listrik untuk industri dan rumah tangga, lebih besar untuk rumah tangga. Kebutuhan untuk seluruh industri diperkirakan mencapai 58.000 Giga Watt (GW), sementara untuk rumah tangga mencapai 60.000 GW. "Kalau mau dinaikkan ya semua, itu proporsional," tambahnya. (mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya