Penjualan mobil bekas terhadang banjir dan lahirnya mobil murah

Reporter : Idris Rusadi Putra | Selasa, 22 Januari 2013 19:01

Penjualan mobil bekas terhadang banjir dan lahirnya mobil murah
Bangkai Mobil OUB. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Lembaga pembiayaan Bima Multi Finance mengakui bahwa tahun ini tantangan berat untuk penyaluran pembiayaan mobil dan motor bekas. Terlebih, sejak kejadian banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.


Banjir yang melanda Jakarta pekan lalu mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap mobil bekas. Sebab, konsumen akan lebih berhati hati memilih mobil bekas karena khawatir mobil tersebut bekas terendam banjir.

"Mempengaruhi pasti tapi masyarakat kita sekarang sudah cerdas. Pasti ketahuan mobil bekas terendam banjir atau tidak. Dan juga untuk kita, pasar bukan di Jakarta saja," ucap Direktur Utama Bima Multi Finance Ninoy Tandra Matheus di Jakarta, Selasa (22/1).

Tantangan lain datang dari munculnya mobil murah garapan anak bangsa yang diakui akan mempengaruhi penjualan mobil bekas di Tanah Air. "Januari saja turun 30-40 persen dengan tanggal yang sama tahun lalu mungkin karena isu mobil murah dari pemerintah. Ini memang sesuatu yang menarik hasil karya anak bangsa," ucapnya.

Selain itu, kenaikan UMP Jakarta juga membuat beban operasional semakin membengkak.

"Tapi kita tetap optimis pembiayaan kita akan on track. Pasar kita tidak hanya di Jakarta (banjir dan kenaikan UMP). 30 persen pasar kita ada di Sumatera, 40 persen di Jawa, dan selebihnya Sulawesi, Kalimantan, NTB dan sampai ke Bitung," tutupnya.

[noe]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE