Pengusaha soal Dampak Pandemi: Banyak Hotel di Jakarta yang Mau Dijual
Merdeka.com - Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono membeberkan dampak mengerikan dari berbagai kebijakan penanganan pandemi covid-19, termasuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bagi bisnis hotel ibu kota.
Di antaranya banyak pelaku usaha penginapan yang memilih untuk menjual hotel. Menurutnya, ini lebih diakibatkan oleh anjloknya tingkat okupansi selama satu tahun terakhir setelah virus Covid-19 mendarat di Indonesia.
"Dampak dari berbagai kebijakan memerangi Covid-19, termasuk PPKM ini banyak hotel di Jakarta yang mau di jual. Karena di antaranya itu macam-macam alasan. Tetapi umumnya karena okupansi yang terus turun sejak 1 tahun terakhir karena mulainya Corona," tegasnya saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (19/1).
Sutrisno mengatakan, tren penjualan hotel di ibu kota ini amat mudah ditemui di sejumlah situs jual beli online ataupun melalui iklan penawaran properti. "Seperti di OLX itu banyak, di beberapa iklan properti juga ada," jelasnya.
Kendati demikian, dia belum mau menyebut berapa total jumlah pasti hotel yang akan di jual. Mengingat saat ini masih dalam tahap kajian lebih lanjut oleh PHRI.
"Kita sendiri belum bisa membagi (jumlah hotel) ya. Ini masih kami dalami lebih lanjut," terangnya.
Minta Insentif Pemerintah
Dia berharap, pemerintah pusat maupun Pemprov DKI sudi untuk memberikan sejumlah insentif bagi pelaku usaha hotel agar kelangsungan bisnis dapat terjaga. Antara lain berupa penghapusan pajak hotel maupun bantuan biaya operasional di masa kedaruratan kesehatan ini.
"Penghapusan pajak maupun bantuan biaya operasional ini penting untuk bisnis berjalan. Jadi, seyogyanya itu bisa diberikan oleh pemerintah pusat maupun Pemprov (DKI)," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya