Pengembangan bandara hilangkan lima desa
Merdeka.com - Rencana pemerintah mengembangkan Bandara Soekarno Hatta berdampak pada masyarakat dan lingkungan sekitar bandara. Sekretaris daerah Kabupaten Tangerang Hermansyah mengatakan, pengembangan Bandara Soekarno Hatta akan menyisakan kenangan buat warganya.
Pengembangan bandara internasional ini mahal harganya. Sebab, lima desa dan ribuan rumah warga akan hilang terkena pembebasan lahan.
"Desa Bojong Renged, Desa Teluknaga, Desa Belimbing, Rawa Burung, Rawa Rengas. Yang sedikit itu Desa Belimbing. Jadi ada lima desa yang terkena pembebasan lahan. Jadi dari 325 desa di Kabupaten Tangerang, lima hilang. Maksudnya hilang itu, sebagian besar lahan desa berkurang banyak," ujar Hermansyah saat ditemui usai ground breaking Pengembangan Bandara Soekarno Hatta, Kamis (2/8).
Hermansyah menyebutkan, PT Angkasa Pura II sebagai otoritas bandara membutuhkan tanah seluas 850 hektare untuk melaksanakan pembangunan terminal 4 Bandara Soekarno Hatta. Dari lima desa itu, sekitar 2.000 rumah warga akan berpindah lokasi. Rencana pembangunan terminal 4 akan berada di atas lahan lima desa tersebut.
"Yang menjadi masalah adalah ke depan soal pembebasan. Di atas lahan itu banyak pemain. Memang NJOP-nya paling kecil Rp 64.000 per meter persegi dan paling tinggi Rp 160.000 per meter persegi tetapi dilapangan tidak kurang dari Rp 200.000 per meter persegi," jelasnya.
Dia berharap, dengan pengembangan Bandara Soekarno Hatta, warga tidak hanya menjadi penonton. Warga setempat harus dilibatkan dalam pengembangan. Jika ada kesempatan kerja diharapkan bisa mendahulukan warga sekitar. "Kecuali kalau memang tidak memenuhi kriteria. Tetapi prinsipnya warga harus ikut serta," katanya. (mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya