Pengaduan nasabah makin banyak, BI Bali bentuk forum khusus

Reporter : Sri Wiyanti | Rabu, 24 April 2013 12:07




Pengaduan nasabah makin banyak, BI Bali bentuk forum khusus
Bank BCA. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sepanjang 2012, kantor perwakilan Bank Indonesia wilayah Bali dan Nusa Tenggara menerima 17 laporan pengaduan nasabah di perbankan yang beroperasi di Bali. Untuk kuartal I-2013, sudah ada tiga laporan pengaduan nasabah yang masuk ke BI wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Kepala kantor perwakilan BI di Bali, I Gde Made Sadguna memaparkan, dari total 20 aduan sepanjang 2012 hingga Maret 2013, sebanyak 11 kasus terjadi di bank swasta nasional, lima kasus terjadi di bank persero, tiga kasus di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan satu kasus terjadi di bank asing dan campuran.

Dilihat dari kelompok aduan, Made memaparkan, 11 kasus merupakan pengaduan terkait masalah penyaluran dana, lima kasus terkait masalah sistem pembayaran, dan empat kasus terkait penghimpunan dana.

"Kalau di Bali itu banyaknya soal penyaluran dana, kredit. Terutama salah pemahaman mengenai bunga, bunga flat dan bunga efektif itu salah persepsi," tutur Made di Hotel The Stone, Bali, Selasa (24/4).

Made melihat, fenomena meningkatnya jumlah pengaduan nasabah serta semakin beragamnya jenis pengaduan nasabah secara nasional harus disikapi. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III (Bali dan Nusa Tenggara) membentuk Forum Komunikasi Petugas Pengaduan Nasabah (FKP2N) yang beranggotakan contact person petugas penanganan pengaduan nasabah dari masing-masing Bank Umum dan perwakilan BPR di Bali.

"Ini forum formal, baru BI Bali yang fasilitasi ini, supaya tahu contak person pengaduan di masing-masing bank itu siapa. Masing-masing bank sekarang kan sudah diwajibkan punya unit pengaduan," kata Made.

Data BI menyebutkan, sepanjang 2012 BI menerima 884.454 laporan pengaduan nasabah terkait pelayanan dan fasilitas perbankan nasional. Angka ini meningkat dibandingkan 2011 yang mencapai 853.892 laporan. BI memproyeksi jumlah tersebut akan bisa mencapai angka 1 juta laporan pengaduan, mengingat perkembangan industri perbankan semakin pesat, peroduk dan jasa perbankan semakin beragan, dan masyarakat semakin paham lokasi atau tempat pengaduan nasabah yang bisa memfasilitasi keluhan dan permasalahannya terkait perbankan.

"Tren meningkat itu ada dua, masyarakatnya semakin teredukasi. Karena kan kalau dulu mereka punya masalah (perbankan) tidak tahu harus mengadu kemana, sekarang sudah ada unit pengaduan di tiap bank. Yang kedua, kejahatan industri perbankan juga makin canggih karena produk dan jasa bank juga makin banyak," tutur Made.

Proses Mediasi Perbankan diatur dalam PBI No.8/5/PBI/2006 tentang Mediasi Perbankan. Dalam PBI tersebut, BI memfasilitasi dan membantu penyelesaian sengketa antara nasabah dan perbankan guna mencapai suatu kesepakatan. Nilai sengketa tidak lebih dari Rp 500 juta.

[noe]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Paripurna tandingan kubu Jokowi penuh canda dan sindiran ke KMP
  • 'Gerakan ISIS' Aceh minta pasangan mesum di salon dicambuk
  • ISIS ancam bunuh warga Barat dengan virus Ebola
  • Fadli Zon: DPR tandingan ilegal inkonstitusional!
  • Fadli Zon akui tukang tusuk sate salah, polisi sudah benar
  • Presiden Jokowi instruksikan dana bansos tak lagi uang cash
  • Pembagian tak rata, penjambret yang bunuh korbannya berkelahi
  • Perekonomian mati jika Jokowi tak segera naikkan harga BBM
  • Mengapa Pramono Anung batal jadi ketua DPR tandingan?
  • Warga Mampang: Kalau orang baru, rumahnya didatangi kuntilanak
  • SHOW MORE