Pencairan BLSM dirapel tiap dua bulan
Merdeka.com - Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat menyatakan pemberian kompensasi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) selama 4 bulan efektif membantu masyarakat kalangan menengah ke bawah.
"Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu mengakibatkan shock bagi orang miskin, bukan bagi kalangan menengah ke atas," ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) Sugihartatmo di Jakarta, Rabu (19/6).
BLSM ini, lanjut Sugihartatmo, rencananya diberikan dalam waktu dua bulan secara bertahap. Menurut dia, pemberian BLSM tersebut berdasarkan kepada pemilik sahnya langsung lewat kartu bantuan sosial yang dimiliki.
"Jadi, penerimaan BLSM tersebut sangatlah efisien dan tepat pada orang yang berhak," tegas dia.
Selain pemberian BLSM, pemerintah juga memberikan Program Keluarga Harapan (PKH), beras miskin (raskin) dan paket beasiswa bagi siswa dan siswi yang tidak mampu.
Dia menjelaskan, pemberian beasiswa diberikan bagi siswa dan siswi yang tidak mampu. "Selain itu beasiswa juga diberikan bagi siswa dan siswi yang putus sekolah. Pemerintah akan terus mendorong bagi siswa dan siswi yang putus sekolah, untuk terus melanjutkan sekolah," jelas dia.
Dalam merealisasikan program BLSM tersebut, kata dia, pemerintah sudah menggandeng pejabat ataupun pemerintah daerah. Upaya ini untuk menghilangkan praktik kecurangan dalam pembagian tersebut.
"Media juga harus turut andil dalam membantu pembagian program BLSM tersebut, sehingga perjalanan program tersebut bisa berjalan dengan baik," pungkas dia. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya