Pemerintah tetapkan pagu indikatif 2014 Rp 561,2 triliun

Reporter : Saugy Riyandi | Senin, 8 April 2013 21:30




Pemerintah tetapkan pagu indikatif 2014 Rp 561,2 triliun
gedung bertingkat. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah telah menetapkan pagu indikatif dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2014 sekitar Rp 561,2 triliun. Anggaran ini naik Rp 20 triliun dari tahun ini yang sebesar Rp 541,2 triliun.

"Ini yang dibahas dalam pembahasan saya dan menteri keuangan," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana yang ditemui usai Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional di kantor Bappenas, Jakarta, Senin (8/4).

Armida menjelaskan kenaikan pagu indikatif tersebut sudah mencakup kenaikan anggaran untuk pendidikan. "Tahun ini anggaran untuk pendidikan Rp 9,6 triliun, untuk 2014 akan naik menjadi Rp 9,9 triliun," tegas dia.

Dia menambahkan, ketersediaan dana (resource envelope) tersebut, telah menghitung berapa dukungan pada pertumbuhan ekonomi, menjaga inflasi dan subsidi BBM. Kebutuhan dana ini di luar penyelenggaraan pemilu dan persiapan Rencana Pembangunan Jangka Sedang (RPJS).

"Dari resources envelope (RE) itu sudah memperhitungkan berapa target pertumbuhan ekonomi, inflasi, subsidi BBM dan semua. Nah ini RE nya Rp 561 triliun," jelasnya.

[bmo]

KUMPULAN BERITA
# APBN

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Merokok di kantor, PNS Payakumbuh akan dipolisikan
  • Istri Jero berkelit soal aliran Dana Operasional Menteri
  • 5 Terdakwa kasus JIS diduga disiksa, keluarga lapor Komnas HAM
  • Keliling Eropa, Tim Kejagung bakal tarik aset milik koruptor
  • Indeks terjun 14,39 poin
  • Kasus Transjakarta terbakar karena sistem perkabelan rusak
  • 7 Alasan kesehatan untuk lebih banyak mengonsumsi pepaya
  • Bila diduetkan dengan artis Arzeti, Risma diprediksi bakal kalah
  • Golkar sepakat lanjutkan kerja sama dengan Partai Komunis China
  • Dump truk vs truk tangki limbah, kaki sopir kejepit 1,5 jam
  • SHOW MORE