Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah tak mau dianggap cari untung dari melemahnya Rupiah

Pemerintah tak mau dianggap cari untung dari melemahnya Rupiah dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan, Rupiah melemah 0,49 persen di level Rp 13.047 per dolar AS. Pelemahan Rupiah membuat eksportir sumringah. Pemerintah juga yakin kondisi ini menyehatkan neraca perdagangan.

Secara tidak langsung, negara ikut diuntungkan dari melemahnya nilai tukar Rupiah. Sebab, defisit anggaran yang dalam postur APBN-Perubahan 2014 ditetapkan sebesar Rp 222,5 triliun atau 1,9 persen, bakal berkurang.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan setiap nilai tukar Rupiah melemah Rp 100, maka ada tambahan anggaran Rp 2,3 triliun. Dia menjelaskan, pelemahan Rupiah otomatis meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas, semisal royalti yang selama ini banyak dalam bentuk dolar AS. Dengan tambahan itu maka otomatis defisit anggaran semakin sempit.

"Tapi jangan tulis pemerintah cari untung dari pelemahan Rupiah," ujar Bambang saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (10/3).

Di sisi lain, pelemahan Rupiah tetap mengganggu anggaran khususnya dari penerimaan pajak hingga akhir tahun nanti. "Pelemahan kurs tidak membahayakan anggaran, namun ada risiko target penerimaan pajak," tegasnya.

Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan meski nilai tukar Rupiah sudah melampaui Rp 13.000 per USD, bank sentral masih menganggap Rupiah ada di level aman.

"Bank indonesia tidak punya target nilai tukar berapa. Tapi pertimbangkan faktor luar negeri, level sekarang cukup oke," katanya.

Pelemahan nilai tukar akan memberi dampak baik pada neraca perdagangan Indonesia. "Cukup kompetitif untuk ekspor dan mengurangi impor konsumtif," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP