Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah klaim kenaikan harga BBM sukses tekan subsidi

Pemerintah klaim kenaikan harga BBM sukses tekan subsidi Detik detik jelang kenaikan BBM. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Produksi minyak dalam negeri hanya sebesar 830.000 barel per hari (bph). Lifting minyak belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan minyak dalam negeri yang mencapai 1,3 juta bph. Otomatis kekurangannya dipenuhi dari impor.

Ketergantungan pada impor minyak menjadi penyebab makin lebarnya defisit neraca transaksi berjalan di tengah aktivitas ekspor yang sedang lesu. Guna menekan tingginya konsumsi BBM, utamanya BBM bersubsidi, pada Juli 2013 pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Pemerintah telah menaikkan harga premium sebesar Rp 2.000 dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500, sedangkan solar dinaikkan sebesar Rp 1.000 dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500. Harapannya, konsumsi BBM bisa ditekan sehingga kuota subsidi BBM bisa tetap terjaga dan tidak kembali jebol seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Chatib Basri meyakini, langkah pemerintah menaikkan harga BBM mampu menjaga kuota subsidi BBM yang tahun ini dipatok 48 juta kilo liter (kl). "Dengan kenaikan harga BBM kuota subsidi BBM terjaga," kata Chatib di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (27/11).

Pemerintah pun pede tidak lagi mengajukan tambahan kuota subsidi BBM pada saat pembahasan perubahan APBN 2013 Oktober tahun. Padahal tahun-tahun sebelumnya pemerintah selalu mengajukan tambahan kuota subsidi BBM.

"Kaya tahun lalu saja, pemerintah minta penambahan kuota, tapi sekarang sudah enggak minta. Ini cara pemerintah agar menekan tingginya importasi," tutup Chatib. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP