Pemerintah ingin gaet wisatawan dari Afrika dan Timur Tengah
Merdeka.com - Krisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika Serikat tiga tahun terakhir membuat jumlah kunjungan wisatawan dari kawasan itu ke Tanah Air turun signifikan. Karenanya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berhasrat menggaet wisatawan dari kawasan alternatif yang ekonominya tidak secara langsung terdampak krisis finansial global
Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf Esthy Reko Astuti mengaku sudah memetakan beberapa wilayah yang potensial menjadi wisatawan baru Tanah Air. Di antaranya ASEAN, China, India, Afrika, Rusia, dan Timur Tengah.
"Kami menggenjot pasar wisata khususnya di ASEAN, China, India, Rusia, dan Timur Tengah untuk mengantisipasi anjloknya wisatawan mancanegara asal Eropa agar target sembilan juta turis tahun ini bisa terjaga," kata Esthy di Jakarta, Sabtu, seperti dilansir Antara.
Esthy mengatakan, pihaknya juga berupaya menjajaki pasar-pasar baru di antaranya Filipina, Thailand, dan Afrika. Warga negara di kawasan ini sedang menikmati pertumbuhan ekonomi dan dipercaya sangat berminat untuk mengunjungi Indonesia sebagai turis.
Meski demikian, Kemenparekraf tetap fokus untuk menggarap Eropa. Esthy mengatakan ada 16 negara yang masih potensial untuk digaet ke Indonesia.
"Setidaknya kami juga fokus untuk menggarap pasar kelas menengah ke atas di negara-negara Eropa yakni Rusia, Prancis, Inggris, Jerman, dan Belanda," katanya.
Sedangkan untuk ASEAN, pihaknya mengincar setidaknya mampu menjaring setidaknya 3,5 juta turis asal ASEAN.
Esthy berharap mampu menjaring 1,75 juta wisatawan mancanegara Filipina, dan sisanya dari negara lain di kawasan ASEAN.
"Selama ini banyak pakar memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN akan stabil dan tinggi, sehingga ini menjadi peluang bagi kita di tengah kelesuan perekonomian global," katanya.
Tahun ini pemerintah telah mematok target kunjungan wisman sebesar 9 juta orang sampai tutup tahun 2013. Tahun lalu sebanyak lebih dari 8 juta wisman tercatat mengunjungi Indonesia.
Pada 2014 angka itu diharapkan mampu terdongkrak hingga 10 juta orang yang juga menandai semakin besarnya peran sektor pariwisata terhadap perekonomian negeri (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya