Pembebasan lahan proyek tol Cikampek-Cirebon belum tuntas

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo | Selasa, 11 Juni 2013 14:02

Pembebasan lahan proyek tol Cikampek-Cirebon belum tuntas

Merdeka.com - PT Lintas Marga Sedaya menyatakan proses pembangunan konstruksi ruas tol Cikampek - Palimanan (Cirebon) pada Juni ini sudah di atas target rencana kerja. Saat ini proses penyelesaian sudah 2,2 persen dari target.

Proses pembangunan ruas tol sepanjang 116 kilometer ini direncanakan akan selesai pada Juni 2015. Menurut Edwin Sas Gunarto, perwakilan manajemen PT Lintas Marga Sedaya, sejak dikerjakan pada Januari 2013, hingga saat ini proses pembangunan tol Cikampek-Palimanan sudah melebihi dari target.

PT Lintas Marga Sedaya, sebagai investor tol Cikampek-Palimanan, sudah mulai proses pembangunan sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dikeluarkan oleh BPJT pada tanggal 17 Januari 2013 lalu. "Hingga awal Juni 2013, proses pembangunan konstruksi tol Cikampek-Palimanan sudah melebihi 0,2 persen dari target 2 persen," kata Edwin dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com di Jakarta, Selasa (11/6).

Menurut Edwin, tol Cikampek-Palimanan akan dapat menstimulasi ekonomi di wilayah Jawa Barat, terutama yang terlewati oleh ruas tol. "Tol Cikampek-Palimanan akan dapat mampu memberikan multiplier effect bagi ekonomi, apalagi ruas tol ini merupakan proyek nasional. Sehingga kami harapkan dukungan penuh dari semua stakeholders," kata Edwin.

Saat ini, proses pembebasan lahan tol sepanjang 116 kilometer tersebut telah mencapai 97,5 persen. Pembebasan lahan tinggal menyisakan 2,5 persen di beberapa titik. "Masih ada 32 warga di Subang yang belum mau melepaskan lahannya," tuturnya.

Ketua Panitia Tim Pembebasan Tanah (TPT) Eten Rosyadi menambahkan warga yang menolak menerima ganti rugi lahan, diminta untuk segera menyelesaikan masalah tersebut di jalur hukum. Sebab, sesuai aturan perundang-undangan, bila tetap enggan menerima ganti rugi sesuai kesepakatan dengan warga lainnya, pemerintah akan tetap mengeksekusi lahan dimaksud.

"Ini sesuai dengan yang tercantum dalam pasal 47 ayat 2 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Kepentingan Umum," jelasnya.

Eten mengatakan bagi warga yang masih menolak, uang ganti rugi dititipkan di pengadilan (konsinyasi). Saat uang sudah dititipkan di pengadilan, pemerintah akan tetap melanjutkan proyek konstruksi tol.

Eten menilai semakin lama warga menahan lahannya, maka nilai ekonomi kerugian warga akan semakin membesar. Langkah-langkah yang diambil oleh TPT, pemerintah, dan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) sebagai investor dalam proyek Tol Cikampek-Palimanan sudah sesuai dengan aturan main dan prosedur yang ditentukan.

Ini termasuk sudah ada legal opinion dari Pengadilan bahwa proses pembebasan lahan di tol Cikampek-Palimanan telah sesuai aturan dan prosedur. Artinya kalaupun warga terus melakukan gugatan bisa dipastikan akan mengalami kekalahan.

Padahal uang ganti rugi sudah dititipkan di Pengadilan. "Kita memang perlu dan terus memberikan edukasi pada warga, bahwa sudah tidak ada pilihan, proyek nasional ini harus jalan dan selesai. Sebab, manfaat ekonomi setelah jalan tol ini beroperasi akan sangat besar," tegas Eten.

[bmo]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Tol

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Banyak keluhan pengguna BPJS, Ahok tegur Dinas Kesehatan
  • Sebelas Duabelas meriahkan Kompas Kampus di UI
  • Komisi III DPR dukung pemerintah tuntaskan pelanggaran HAM masa lalu
  • Sebut inisial TM, mucikari RA disuap untuk tutup mulut
  • Jambret tas pedagang, penjual ikan asin bonyok dihajar warga
  • Putus dari Miley Cyrus, apa kabar Patrick Schwarzenegger?
  • Komnas HAM desak Polri segera ungkap kasus perbudakan Benjina
  • Deddy Mizwar yakin Ridwan Kamil bisa tutup Saritem
  • Buah pisang tumbuh di batang membusuk gegerkan warga Jembrana
  • Brimob serang Kantor Satlantas Polres Bima dengan laras panjang
  • SHOW MORE