Pelaku pasar masih menahan diri, IHSG menguat terbatas
Merdeka.com - Meski bursa saham Asia melaju variatif karena adanya kabar negatif dari Jepang dan China namun dengan positifnya bursa saham Asia dan adanya kepastian kenaikan harga BBM dalam sidang paripurna DPR, membuat laju indeks harga saham gabungan (IHSG) mampu bertahan positif.
Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar memanfaatkan momen tersebut untuk kembali mengakumulasi beberapa saham. Terutama saham-saham big caps, meski tidak jarang beberapa saham big caps lainnya yang telah mengalami kenaikan beberapa hari sebelumnya terkena aksi profit taking.
"Pembukaan bursa saham Eropa yang masih sempat positif turut mempertahankan IHSG di zona hijau," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (19/6).
Bursa saham Eropa masih variatif, mencoba bertahan di zona hijau dengan mulai adanya sikap menahan diri dari pelaku pasar jelang pertemuan The Fed. Bursa saham AS diperkirakan akan mencoba menghijau dengan asumsi rilis housing start, building permits, inflation rate dan data-data lainnya mampu direspon positif oleh pelaku pasar meskipun mereka juga wait&see jelang pertemuan The Fed pada Rabu(19/6).
Sedangkan indeks saham Asia variatif cenderung melemah meski terimbas kenaikan bursa saham AS setelah pelaku pasar merespon negatif kenaikan harga perumahan yang dipersepsikan akan membatasi ruang pelonggaran monoter.
Pada perdagangan Rabu (19/6), IHSG diperkirakan berada pada support 4.785-4.805 dan resistance 4.855-4.873.
"Tetapi, dengan kenaikan yang sedikit bersifat terbatas terlihat bahwa pelaku pasar sedang menahan diri. Diharapkan langkah wait & see ini tidak mendorong aksi profit taking untuk mengantisipasi pertemuan The Fed dan kepastian tanggal kenaikan harga BBM," tutupnya.
Adapun pertimbangan saham pada perdagangan hari ini antara lain PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Malindo Feedmill (MAIN), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI ), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Akr Corporindo Tbk (AKRA), PT Dyviacom Intrabumi Tbk(DNET) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya