Naikkan suku bunga acuan, BI ikuti tren dunia

Reporter : Ardyan Mohamad | Jumat, 12 Juli 2013 14:51

Naikkan suku bunga acuan, BI ikuti tren dunia
Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan atau BI Rate 50 basis poin menjadi 6,5 persen, dari sebelumnya 6 persen. Kementerian Keuangan mendukung langkah itu untuk menjaga stabilitas ekonomi saat nilai tukar rupiah melemah dan inflasi akibat kenaikan harga bahan pangan jelang Lebaran.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menilai, peningkatan 50 basis poin yang diputuskan direksi BI tak gegabah.

"BI Rate naik 50 poin bagus dong. Saya lihat dalam konteks itu yang dilakukan BI cukup berimbang, karena pertama inflasi kita, kedua jangan lupa terkait nilai tukar rupiah," ujar Mahendra di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/7).

Alasan lain kemenkeu mendukung langkah itu, karena banyak negara juga merevisi suku bunga acuan. Sehingga, menurut Mahendra, langkah bank sentral dapat mengimbangi tren global.

"Perkembangan global memang trennya pada peningkatan yield, apakah itu di tingkat bunga obligasi atau pinjaman kepada suku bunga acuan. Kalau tidak dilakukan, BI kelihatan tidak responsif," ungkapnya.

Wamenkeu tidak khawatir dengan langkah BI meroketkan tingkat bunga kredit. Meski tidak menampik bahwa efek tersebut dapat terjadi, dia menilai fokus pemerintah dan bank sentral adalah menanggulangi dampak inflasi.

"Mungkin saja (berpengaruh pada kenaikan bunga kredit), tapi pada akhirnya kan seberapa jauh kemampuan dan kebutuhan yang harus kita jaga antara pertumbuhan dengan tekanan pada pasar. Itu yang harus berimbang," paparnya.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini mengatakan sebagai respons kenaikan BI Rate, perbankan nasional yang mengalami kesulitan likuiditas akan mencoba menawarkan suku bunga simpanan tinggi untuk menarik minat masyarakat. Hal ini agar perbankan mendapat dana pihak ketiga (DPK) sebanyak mungkin.

Kebijakan itu tersebut berpotensi mengerek kenaikan suku bunga kredit dalam waktu dekat. "Banyak peluang bagi naiknya bunga deposito, namun bunga kredit naiknya pelan-pelan karena persaingan kredit tidak sebaik terdahulu, kemungkinan bunga kredit belum otomatis naik," ujar Zaini.

[noe]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Bank Indonesia# BI Rate

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Wasekjen sebut Demokrat dukung KIH maupun KMP, asal pro rakyat
  • Stop kekerasan kepada anak, Shanty: Jangan hanya wacana
  • PNS perempuan Dispenda Inhil ternyata dibunuh oleh ibu rumah tangga
  • Ini alasan Arnold Schwarzenegger bertahan di seri TERMINATOR
  • Ruhut sebut Marzuki Alie tersangka korupsi yang diampuni SBY
  • Khawatir obat kumur membatalkan puasa? Ini jawabannya
  • Hingga 2019, Pertamina target bangun PLTP 1.026 megawatt
  • Margriet dan Agus bakal jalani rekonstruksi kasus Angeline besok
  • Terminal 2E kebakaran, penumpang minta kepastian kapan berangkat
  • Terinspirasi pernikahan sejenis, pria ini ingin poligaminya diakui
  • SHOW MORE