MNC akui jajaki beli saham antv

Reporter : Ardyan Mohamad | Rabu, 19 Juni 2013 14:31




MNC akui jajaki beli saham antv
Pemilik MNC Grup Hary Tanoesoedibjo. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Grup Media Nusantara Citra (MNC) milik konglomerat Harry Tanoesoedibjo dikabarkan membeli saham stasiun televisi antv.

Isu itu seakan semakin nyata dengan pernyataan di laman Twitter Mandiri Sekuritas @mandiri_OLT, tiga jam lalu.

Dalam kicauan akun ini, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) milik Aburizal Bakrie sudah sepakat melepas sebagian sahamnya ke MNC senilai USD 500 juta atau setara Rp 4,7 triliun.

Namun, juru bicara MNC David Audy langsung membantah kabar tersebut. Dia menyatakan, pernyataan itu hanyalah spekulasi sebagian pelaku pasar. Nominal USD 500 juta itu juga disebut isapan jempol belaka.

"Enggak ada yang perlu dikonfirmasi, itu kan spekulasi berkembang," elaknya singkat saat dihubungi merdeka.com, Rabu (19/6).

Meski demikian, David mengakui bahwa pihaknya memang berniat membeli saham antv. Namun pembicaraan belum mencapai kesepakatan apapun.

"Memang kita ada pembicaraan, tapi belum ada deal closed," ungkap David.

Dia tidak mengetahui kapan pembicaraan antara MNC dan antv soal jual beli saham ini bisa selesai. Namun, dia yakin dalam waktu dekat akan ada kepastian yang bisa diumumkan pada publik.

"Kalau sudah saatnya nanti kita umumkan, mungkin dua minggu lagi," tandasnya.

Sebelumnya, muncul informasi dari twitter Mandiri Sekuritas, bahwa saham anak usaha emiten grup Bakrie dijual dengan harga USD 500 juta kepada MNC Grup.

"Saham ANTV, anak usaha emiten media Grup Bakrie PT Visi Media Asia Tbk #viva, telah dijual di harga USD 500 juta kepada Grup MNC," tulis akun twitter resmi tersebut.

Laporan keuangan VIVA menunjukkan, aset antv yang merupakan anak usaha tidak langsungnya mencapai Rp 989,58 miliar pada akhir 2012. Pihak MNC grup maupun VIVA saat ini masih dalam tahap dikonfirmasi.

Bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo sejak lama gencar diberitakan berambisi membeli saham VIVA. Kabar tersebut pertama kali diembuskan oleh bos media grup yakni Surya Paloh yang menyatakan bahwa Hary Tanoe ingin membeli saham antv dan tvOne.

Hary Tanoe yang kini menjadi politikus Hanura pernah menyampaikan rencana pembelian stasiun televisi milik Aburizal Bakrie tersebut. Hary mengaku, awalnya sangat tertarik membeli dua stasiun televisi tersebut.

"Kita bisnis di media. Kalau ada perusahaan media berkembang bagus ya minat saja," ujar Hary Tanoe di Jakarta, Selasa (19/2).

Namun, ambisi tersebut harus ditutup rapat-rapat. Sebab, rencana menguasai tvOne dan antv terhenti di tengah jalan.

"Gini awalnya Ada indikasi melakukan penjualan, tetapi di tengah jalan rencananya dibatalkan tidak jadi dijual," jelasnya. Hary Tanoe mengaku tidak mengetahui alasan pembatalan.

Tidak hanya Hary Tanoe, taipan media lainnya yakni Chairul Tanjung juga menyatakan keseriusannya. Bos CT Corps tersebut justru menantang keseriusan Bakrie menjual VIVA.

CT mengungkapkan niatnya menjadi pemegang saham pengendali di tvOne, antv dan portal berita online VivaNews.com dengan nilai penawaran mencapai USD 18 miliar.

[ard]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • PKB beberkan alasan Jokowi tunda umumkan kabinet
  • Martin usul rekam jejak calon kepala daerah juga diteliti KPK
  • Yamaha datangkan Lorenzo dan Espargaro di akhir 2014
  • 'KPK dibentuk karena dosa Kejagung tak bisa berantas korupsi'
  • Warga Tulungagung gelar aksi damai tolak deklarasi FPI
  • PDIP sebut kabinet Jokowi tunggu pertimbangan DPR
  • AirAsia berminat ikuti jejak Lion Air kelola bandara
  • Romo Benny: Publik kecewa, calon menteri penuh dosa korupsi
  • Video mesum anak SMP di hutan Gunungkidul bikin heboh warga
  • Pantanal, ekosistem lahan basah air tawar terbesar di dunia
  • SHOW MORE