Minyak dicuri sejak 2010, Pertamina rugi USD 37 juta
Merdeka.com - Maraknya kasus pencurian minyak diakui membuat telah merugikan negara cukup besar. PT Pertamina (Persero) mencatat, pencurian minyak yang terjadi di jalur pipa Tempino-Plaju dari awal tahun 2010 hingga Oktober 2012 mencapai 370.159 barel per hari (bph). Akibat pencurian tersebut Pertamina mengaku mengalami kerugian hingga mencapai USD 37 juta.
Tahun 2010 sebanyak 8.120 bph minyak Pertamina dicuri. Pada 2011, sekitar 94.529 bph minyak dicuri. Tahun ini, sampai Oktober, pencurian minyak mencapai 267.510 bph.
"Total kerugian dari tahun 2010 hingga 2012 mencapai USD 37 juta," tegas Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di gedung DPR, Jakarta Senin (15/10). Karen menambahkan pada tahun ini, sudah terjadi 675 kali kasus pencurian minyak Pertamina.
Sebelumnya, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menyatakan bahwa pelaku pencurian minyak mentah yang kerap terjadi, banyak yang melakukan secara profesional. Lalu, pencurian minyak mentah tersebut juga banyak melibatkan orang banyak.
Sebelumnya, kebakaran telah terjadi di sumur curian akibat penjarahan minyak PT Pertamina (Persero) di kilometer 219, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kebakaran tersebut berhasil ditanggulangi pada pukul 11.50 WIB.
Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto menjelaskan kebakaran terjadi diduga kuat akibat aksi penjarahan minyak mentah dari pipa Tempino-Plaju di daerah tersebut. "Jadi, ada 2 pipa paralon dua inci yang ditanam di tempat penampungan dan minyak jarahan di dekat lokasi kejadian," kata Agus.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya