Merdeka.com tersedia di Google Play


Minimnya belanja negara karena pemerintah tertib anggaran

Reporter : Sri Wiyanti | Selasa, 7 Mei 2013 22:32


Minimnya belanja negara karena pemerintah tertib anggaran
Gedung Jakarta. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Rendahnya belanja pemerintah telah membuat pertumbuhan ekonomi melambat pada kuartal pertama tahun ini. Konsumsi pemerintah hanya naik tipis 0,42 persen pada tiga bulan pertama tahun 2013.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti menilai, anggaran yang belum disetujui oleh Kementerian Keuangan berkaitan erat dengan tata kelola anggaran (good governance) dari kementerian terkait.

"Sebenarnya begini, bintang-bintang (anggaran yang belum cair) itu terjadi karena kita kan sangat governance. Saya berharap jangan dipaksakan karena ingin mengejar government spending yang tinggi, governance-nya terbengkalai. Jadi tetap governance-nya harus diterapkan," kata Destry di Kampus Perbanas, Jakarta, Selasa (7/5).

Destry berpendapat, kementerian terkait harus menjaga tata kelola anggaran dengan baik agar Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran yang diperlukan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi pemerintah.

"Jadi departemen-departemen kementerian teknisnya harus mengejar, maksudnya permasalahan apa, kenapa (anggaran) ini nggak bisa keluar. Jangan terus akhirnya mau mengejar supaya governance spending bagus akhirnya jadi loose control fiscal-nya. Jadi akhirnya kebocoran segala macam terjadi, percuma saja," tegas Destry.

Melihat pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 6,02 persen, Destry berharap, permasalahan yang menjadi penghambat cairnya anggaran di beberapa Kementerian, bisa segera diatasi dengan cara yang pruden (prinsip kehati-hatian).

"Jadi kita berharap bintang-bintang bisa diselesaikan. Itu PR lembaga teknis, bagaimana mereka harus lebih governance sehingga itu bisa cair," tutur Destry.

Kementerian Keuangan sebelumnya memberi tanda bintang untuk pencairan anggaran yang belum sesuai dengan prosedur yang berlaku. Beberapa di antaranya justru diblokir karena tidak sesuai dengan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Kementerian terkait.

Anggaran tersebut berasal dari tiga Kementerian, yakni Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Realisasi pengeluaran konsumsi pemerintah hanya naik tipis sebesar 0,42 persen dengan kontribusi pertumbuhan hanya sebesar 0,03 persen, dari Rp 38,7 triliun di kuartal 1-2012 menjadi Rp 38,8 triliun di kuartal 1-2013, disebabkan oleh beberapa anggaran yang diajukan oleh beberapa Kementerian, mengalami penundaan pencairan dari Kementerian Keuangan.

Rendahnya realisasi konsumsi pemerintah berpengaruh terhadap rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal 1-2013 yang hanya mencapai angka 6,02 persen.

[rin]

KUMPULAN BERITA
# APBN# Ekonomi Indonesia

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita APBN, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar APBN.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Aceng Fikri: Ini suara rakyat...masyarakat lebih dewasa
  • Demokrat ngaku jarang disumbang, dana kampanye terpakai Rp 307 M
  • Rumah keluarga Hadi Poernomo di Jakbar dijadikan indekos
  • Pemilik pabrik air zam-zam palsu di Semarang dituntut 3 tahun
  • Dana kampanye Golkar Rp 402 M, kedua terbesar setelah Gerindra
  • 7 Manfaat mengejutkan dari mendengarkan musik
  • PBB dan Gerindra tolak tanda tangan hasil rekapitulasi Jabar
  • Kecewa, Cameron Diaz Merasa Dikhianati
  • 5 Dari 28 pekerja outsourcing JIS kembali jalani uji lab
  • 9,5 Juta warga Jawa Barat golput di Pileg 2014
  • SHOW MORE