Mimpi pasar modal Indonesia berkelas internasional

Reporter : Novita Intan Sari | Jumat, 13 September 2013 16:14




Mimpi pasar modal Indonesia berkelas internasional
Bursa efek Indonesia. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Dalam beberapa bulan terakhir, pasar modal Indonesia tengah mengalami guncangan. Dana asing berbondong-bondong di tarik keluar dari lantai bursa seiring dengan mulai membaiknya kondisi perekonomian negara maju.

Meski demikian, di tengah situasi market saat ini, pasar modal Indonesia berhasil mencetak nilai transaksi yang cukup signifikan setiap harinya. Akhir-akhir ini indeks yang mulai bergerak menguat, mampu meraup nilai transaksi hingga Rp 9 triliun.

Jika dibandingkan dengan pasar modal negara tetangga, Indonesia memang masih jauh tertinggal. Namun, otoritas bursa masih pede, transaksi bursa saham Indonesia masih bisa sejajar dengan negara lain.

"Hongkong nilai transaksinya Rp 80 triliun per harinya, Indonesia juga bisa. Ini bukan mimpi untuk menjadikan pasar modal yang berkualitas internasional," ujar Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Frederica Widya Sari dalam diskusi bertajuk 'Capital Market Ekonomi Outlook 2013 dan Gathering CSA 3' di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/9).

Dia menjelaskan, untuk mencapai nilai transaksi layaknya Hongkong, diperlukan peran investor domestik. Namun pada kenyataannya, peran dan keterlibatan investor lokal di pasar modal dalam negeri masih minim. BEI mencatat, investor lokal di pasar modal Indonesia hanya 500.000 investor.

"Memang dibutuhkan untuk dapat mencetak investor lokal khususnya investor ritel lokal, mustinya investor lokal lebih banyak dari sekarang. Kalau berhasil setidaknya dapat meningkatkan market yang lebih besar lagi," jelas dia.

Salah satu cara untuk menambah jumlah investor di pasar modal Indonesia adalah dengan meningkatkan literasi keuangan. Masyarakat perlu diberi pemahaman yang detail soal seluk beluk keuangan dan pasar modal.

"Jadi, pasar modal memang harus terbuka bagi semua kalangan di Indonesia dan itu harus dimulai dengan memperbesar kesadaran finansial di masyarakat," ungkapnya.

Frederica berharap, pengembangan literasi keuangan yang dilakukan OJK dapat mengedukasi masyarakat mengenai seluk-beluk industri perbankan, jasa asuransi, serta pasar modal.

"Tentu harapannya agar pengetahuan masyarakat bertambah dan industri keuangan di Indonesia dapat semakin bertumbuh. Bukan hanya bursa yang berperan tapi juga harus didukung dengan pelaku pasar," tutup dia.

[noe]
Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman




JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Seperti Rano Karno, Ageng Kiwi juga kena penyakit Bell's Palsy
  • Jadi cover majalah, Justin Bieber tiru pose David Beckham?
  • Telkomsel rambah cakupan 4G di Arab Saudi
  • Tinjau panen raya, Jokowi sempatkan nikmati sate legendaris Ponorogo
  • Awas, status jomblo turunkan kesehatan secara diam-diam
  • Sebelum ditahan, Mandra bilang 'Apa ada keadilan di negeri ini?'
  • Sedih! Hong Jong Hyun - Yura Girls Day akhirnya resmi 'cerai'
  • Rupiah melemah, DPR segera panggil Kemenkeu, BI dan OJK
  • Majelis Rosulullah minta Ahok terus ingat Tuhan biar tidak korupsi
  • Rampok Indomaret di Malang, pelaku gunakan alat kejut listrik
  • SHOW MORE