Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Rini dukung program ekspor langsung tekan biaya logistik

Menteri Rini dukung program ekspor langsung tekan biaya logistik

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan ekspor langsung (direct call) di Terminal Petikemas anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, PT Kaltim Kariangau Terminal rute Balikpapan-Shanghai.

Menurutnya, direct call dari PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) ini akan menjadi Hub Internasional untuk wilayah Kalimantan Timur. Dengan adanya direct call melalui Pelabuhan Balikpapan telah menekan biaya logistik USD 300-500 per kontainer, serta memangkas durasi pengiriman komoditas ke sejumlah negara tujuan ekspor.

"Momen ini merupakan bentuk kehadiran BUMN untuk negeri yang menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah Kalimantan Timur," kata Rini melalui keterangan resminya di Balikpapan, Senin (9/4).

Selain itu, dengan adanya direct call ini menurunkan biaya dan waktu hingga 50 persen. Selain itu, direct call juga berhasil menjaga kualitas produk ekspor, sebagai akibat waktu tempuh yang semakin singkat dan kualitas pendingin kontainer minus 20 derajat.

"Waktu untuk distribusi barang ekspor bisa ditekan menjadi kurang dari 20 hari, sehingga kualitas barang dapat terjaga sampai di pelabuhan tujuan. Harga ekspor tetap dapat terjaga, yang pada gilirannya sebagai upaya nyata untuk menekan biaya logistik nasional," imbuhnya.

Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengatakan program Internasional Direct Call Pelindo IV meningkatkan efisiensi aktivitas ekspor, baik dari sisi waktu dan biaya. Misalnya, waktu tempuh ekspor ke China menjadi hanya 16 hari dari semula 24 hari, ekspor ke Jepang menjadi 18 hari dari semula 28 hari dan ke Korea menjadi 17 hari dari semula 26 hari.

Tidak hanya itu, biaya per kontainer pun berkurang drastis, dari semula mencapai Rp 4 juta per kontainer menjadi hanya sekitar Rp 792 ribu per kontainer. Sedangkan untuk Direct Call dari Balikpapan, dalam perhitungan Pelindo IV, lama waktu ekspor ke Shanghai, China akan terpangkas menjadi 9 hari dari semula mencapai 25 hingga 30 hari.

"Selain biaya logistik bisa lebih hemat, daya saing produk pun akan meningkat. Misalnya seperti ikan beku jauh lebih segar bila lewat jalur direct call karena waktunya lebih singkat. Dan tentunya ini akan memberikan multiplier effect bagi Kawan Timur Indonesia (KTI)," jelas Doso.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP