Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkeu: Kebijakan The Fed pengaruhi pasar keuangan Indonesia

Menkeu: Kebijakan The Fed pengaruhi pasar keuangan Indonesia Sertijab Menteri Keuangan. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan keputusan The Fed yang merupakan Bank Sentral Amerika Serikat untuk memperlambat pembelian obligasi secara besar-besaran, akan berdampak pada pasar keuangan Indonesia.

Indonesia harus waspada dengan adanya pergerakan pasar finansial yang bergejolak sehingga membuat pasar keuangan Indonesia semakin terguncang.

"Tentu jangan terkejut kalau ada tekanan di pasar finansial tapi Bank Indonesia (BI) sudah siap untuk mengantisipasi ini," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/6).

Namun, lanjut Chatib, bukan cuma Indonesia yang terdampak. Hal tersebut tentu akan mengganggu laju likuditas di negara berkembang.

"Kita harus siaga karena efek dari kebijakan The Fed ini akan ada pada pasar financial market di seluruh dunia," tegas dia.

Sebelumnya, Indeks saham utama Amerika Serikat, Wall Street kembali turun tajam pada penutupan transaksi Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia barat.

Seperti dikutip, Washington Post, Kamis (20/6), setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan Bank Sentral AS akan memperlambat pembelian obligasi secara besar-besaran tahun ini, dan kemungkinan mengakhirinya pada pertengahan 2014 jika ekonomi cukup baik.

Tercatat, saham dengan dividen tinggi seperti sektor telekomunikasi dan utilitas jatuh paling dalam. Pasar membuat perubahan besar dalam beberapa pekan terakhir ini karena investor mengantisipasi langkah The Fed yang diperkirakan bakal menjalankan kembali program pembelian obligasi. Tercatat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 100 poin atau lebih dalam tujuh kali transaksi.

Namun, indeks Dow Jones Industrial Average pada penutupan perdagangan Rabu berakhir turun 206,04 poin atau 1,4 persen ke level 15.112,19.

Indeks Standard&Poor 500 (S&P 500) juga ditutup melemah 22,88 poin atau 1,4 persen menjadi 1.628,93. Sedangkan Nasdaq Composite Index jatuh 38,98 poin atau 1,1 persen di posisi 3.443,20.

Selama pekan ini, Dow Jones tercatat naik 42,01 poin atau 0,3 persen. Indeks S&P 500 menguat 2,20 poin atau 0,1 persen dan Nasdaq naik 19,64 poin atau 0,6 persen. Sementara itu, untuk periode 31 Desember 2012 hingga 19 Juni 2013, indeks Dow Jones membukukan kenaikan 2.008,05 poin atau 15,3 persen.

Indeks S&P 500 menguat 202,74 poin atau 14,2 persen. Sedangkan Nasdaq Composite naik 423,69 poin atau 14 persen. (mdk/bmo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP