Menkeu apresiasi rencana 'penghilangan' airport tax

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo | Senin, 1 Oktober 2012 19:29




Menkeu apresiasi rencana 'penghilangan' airport tax
Tiket pesawat dan airport tax. ©2012 Merdeka.com/Djoko Poerwanto

Merdeka.com - Kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menggabungkan tarif airport tax ke dalam harga tiket pesawat diapresiasi oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Meskipun belum resmi diterapkan, Agus Marto melihat sistem ini akan sangat efisien.

Menurutnya, penggabungan biaya pelayanan jasa penerbangan (PJP2U) atau passenger service charge (PSC) atau yang lebih dikenal dengan istilah airport tax ke dalam harga tiket memberi nilai plus pada aspek jasa pelayanan penerbangan. Peningkatan efisiensi akan memberikan nilai lebih pada aspek pelayanan konsumen.

"Saya sambut baik bentuk efisiensi seperti itu karena bagi wisatawan atau bagi orang yang menggunakan jasa airport itu semakin bisa dilakukan efisiensi akan buat mereka lebih nyaman," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Senin (1/10).

Menkeu meminta kepada para operator bandara untuk memperhatikan kesempurnaan sistim saat implementasi penggabungan ini. "Apabila ada sistemnya yang harus diperbaiki, diperbaiki. Jadi saya sambut baik dan optimis untuk itu," tuturnya.

Sebelumnya, realisasi kebijakan 'penghilangan' airport tax kembali molor. Rencananya, mulai hari ini kebijakan penggabungan biaya airport tax ke dalam harga tiket sudah resmi diberlakukan. Tapi, realisasi kebijakan ini harus ditunda beberapa hari ke depan.

Maskapai Garuda Indonesia yang ditunjuk sebagai pilot project sistem ini tidak menjelaskan detail alasannya.

Wakil Presiden Direktur bidang komunikasi perusahaan Garuda Indonesia Pujobroto hanya menyebutkan bahwa selama tiga hari ke depan adalah masa transisi. Setelah itu, sistem tersebut mulai berlaku.

"Ketentuan passenger service charge (PSC) ke dalam tiket tersebut akan efektif berlaku mulai tanggal 4 Oktober 2012, dan masa transisi akan berlangsung dari tanggal 1-3 Oktober 2012," ungkap Pujobroto melalui pesan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/10).

Kebijakan ini diyakini bakal memangkas antrean panjang di bandara. Saat ini di negara Asia, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang menerapkan airport tax. Padahal di negara lain seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam sudah tidak menerapkan tarif terpisah tersebut. Melainkan tarif itu digabungkan dengan harga tiket pesawat.

Dalam rencana awal, penggabungan ini akan dilakukan pada awal September 2012, namun terpaksa mundur pada tanggal 28 September. Rencana tersebut kembali molor karena belum siap secarta teknis, hingga akhirnya diputuskan mulai dijalankan 1 Oktober 2012. Kenyataannya, sistem ini harus ditunda beberapa hari lagi dan baru bisa diterapkan 4 Oktober 2012.

[noe]


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Perwakilan warga surati Jokowi, minta putra Kalsel jadi menteri
  • Jokowi panggil Saleh Husin ke Istana
  • Bocah hamil 5 bulan usai dicabuli ayah 3 kali, guru agama 6 kali
  • Jokowi diminta tak ulangi kesalahan kemenko era SBY
  • Datangi Istana, relawan Jokowi tolak Rini Soemarno jadi menteri
  • KontraS minta Jokowi tak angkat Wiranto menteri karena kasus HAM
  • Syafii Maarif: Langkah Jokowi susun kabinet cerdik, saya suka
  • Malam satu suro, berkah bagi umat Islam, mistis bagi warga Jawa
  • Kenaikan harga tak mampu cegah kuota BBM subsidi jebol
  • Bintang ''Running Man' ini ingin rasakan enaknya mi goreng
  • SHOW MORE