Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkes Budi Sebut Penanganan Sektor Kesehatan Kunci Pemulihan Ekonomi

Menkes Budi Sebut Penanganan Sektor Kesehatan Kunci Pemulihan Ekonomi Budi Gunadi Sadikin. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai krisis ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19 memberikan pelajaran tentang cara-cara mengatasi krisis ekonomi. Dalam hal ini penting bagi pemerintah mengatasi akar masalahnya lebih dulu agar tidak memberikan dampak yang lebih buruk pada sektor ekonomi.

"Pandemi ini memberikan pelajaran kita bahwa untuk mengatasi krisis ekonomi, hal yang paling pertama perlu dilakukan adalah menangani sektor kesehatan terlebih dahulu," kata Budi dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (7/8).

Terdapat tiga hal yang perlu dilakukan, yaitu penerapan protokol kesehatan, diagnosa yang tepat melalui testing, tracing dan isolation, serta akselerasi pemberian vaksin.

Senada, Ketua Bidang Kerjasama Internasional, Pengurus Pusat ISEI, Muhammad Edhie Purnawan menilai Indonesia telah melalui saat-saat yang tersulit dan mampu menginternalisasikan modal sosial. Momentum ini harus bisa mengambil berbagai pelajaran sebab Indonesia berpotensi besar keluar dari krisis.

"Meski menimbulkan kesedihan-kesedihan, pandemi telah memberikan banyak sekali pelajaran dan manfaat," kata dia.

Optimis Pertumbuhan Ekonomi Membaik Di Akhir Tahun

Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Perry Warjiyo optimis pemulihan ekonomi Indonesia akan semakin kuat. Hal tersebut telah terlihat dari pencapaian perekonomian Indonesia pada triwulan II 2021 yang tercatat sebesar 7,07 persen.

"Bank Indonesia, optimis pemulihan ekonomi Indonesia akan semakin kuat karena terlihat dari pencapaian perekonomian Indonesia pada triwulan II 2021 yang tercatat sebesar 7,07 persen," kata Perry .

Gubernur Bank Indonesia ini menuturkan pemulihan ekonomi nasional pada kuartal kedua terutama didorong oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga, kinerja investasi. Termasuk juga konsumsi pemerintah yang tumbuh tinggi didorong oleh akselerasi realisasi stimulus fiskal.

Lebih lanjut, Bos BI menilai, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun 2021 diproyeksikan sebesar 3,5 persen sampai 4,3 persen. Lalu pada tahun 2022 perekonomian nasional tumbuh di angka 4,6 persen sampai 5,1 persen.

Lantas demi mendukung hal tersebut, koordinasi kebijakan antara Bank Indonesia, Pemerintah dan instansi terkait dalam kerangka kebijakan nasional perlu terus diperkuat. Agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk koordinasi kebijakan moneter – fiskal, serta inklusi ekonomi dan keuangan.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP