Kinerja KAI (2)

Menengok keuangan kereta api

Reporter : Ririn Radiawati | Senin, 28 Mei 2012 07:19




Menengok keuangan kereta api
mudik. merdeka.com/Merdeka.com

Merdeka.com - Keluhan pelanggan kereta api ternyata tak melulu dari pelayanan yang mengecewakan, untuk tarif pun tak kalah sepi komentar. Pada saat hari raya, banyak perantau yang berbondong-bondong pulang menuju kampung halaman.

Lonjakan penumpang tersebut membuat harga tiket kereta api melonjak tajam. Memang KAI diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan tarif tersebut sesuai dengan SK Direksi No.Kep.U/LL.003/IX/I/KA-2010 tentang kebijakan tarif atas, tarif promosi dan batas angkutan penumpang beberapa kelas non ekonomi.

"Kalau saya sih yang penting bertemu dengan keluarga. Saya tidak memandang harga tiketnya berapa," ujar Gandhi (28). Untuk lebaran besok, dia telah mengantongi tiket kereta api seharga Rp 650.000 untuk kereta Taksaka jurusan Yogyakarta-Jakarta. Padahal untuk harga normalnya, Taksaka kelas eksekutif hanya dibebankan sebesar Rp 250.000 per tiket atau naik lebih dari dua kali lipat.

Apakah kenaikan tersebut menandakan bahwa pelayanan kereta api semakin bagus? Tapi nyatanya, tidak ada yang berubah dari sisi fasilitas kereta api.

Menurut hitungan merdeka.com, dengan kapasitas tempat duduk per gerbong sebesar 57 kursi dengan setidaknya mengangkut 8 gerbong dalam satu kali perjalanan, pada lebaran nanti PT KAI berhasil meraup Rp 296,4 juta sekali jalan.

Laporan keuangan PT KAI yang telah diterima merdeka.com menyebutkan bahwa pada tahun 2010 lalu, PT KAI telah meraup pendapatan tahun 2010 sebesar Rp 5 triliun atau naik 6,3 persen saja. Sementara beban pokok pendapatan atau biaya operasional KAI telah habis sebesar Rp 4 triliun atau hanya naik 4 persen saja.

PT KAI juga telah membukukan laba sebesar Rp 216,33 miliar. Angka tersebut naik sebesar 39,7 persen dibandingkan laba bersih perseroan tahun 2009 lalu.

Lalu, kas berupa deposito berjangka yang disimpan oleh KAI tahun 2010 adalah sebesar Rp 326,69 miliar. Artinya bahwa PT KAI masih mempunyai ruang untuk mengembangkan layanan dan perawatan gerbongnya. Jumlah itu belum terhitung dengan PSO kuartal keempat tahun 2010 yaitu sejumlah Rp 134 miliar.

Sementara, masih dikutip dari laporan keuangan KAI, pengeluaran paling besar dalam operasional KAI adalah pada pos pemeliharaan sarana gerak untuk loko dan kereta yang menghabiskan Rp 1,08 triliun tahun 2010. Jumlah tersebut hampir sama dengan pendapatan KAI dari penumpang kereta api kelas eksekutif saja yang berhasil menyumbang keuangan KAI hingga Rp 1 triliun.

Pemerintah juga turut menanggung beban operasional KAI, antara lain adalah dari subsidi PSO (Public Service Obligation) sebesar Rp 534,79 miliar dan untuk insurance maintenance and operation (IMO) sebesar Rp 1,175 triliun.

Dirut PT KAI, Ignasius Jonan, seperti yang dikutip dari wawancara dengan Bisnis Indonesia, tahun lalu mengeluhkan bahwa PSO atau subsidi pemerintah masih jauh dari kebutuhan. Pada tahun 2011, kata dia, PSO hanya diberikan sekitar 55 persen dari total biaya operasi.

"Akibatnya perawatan dan pelayanan menjadi tidak optimal sehingga banyak protes dari masyarakat. Kalau PSO tidak juga dapat dipenuhi sesuai biaya produksi, kereta tidak akan maju," ungkap Jonan.

Saat ini PT KAI telah beroperasi di pulau Jawa yang melayani kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif, di pulau Sumatera dan kereta api lokal atau akrab disebut commuter line.

[rin]

KUMPULAN BERITA
# Kereta Api

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Jokowi sinergikan 3 pilar PDIP untuk dukung program kerjanya
  • Cari uang tambahan, OB di Jagakarsa edarkan ganja
  • Ratusan Satgas rebutan susu gratis di Rakernas PDIP Semarang
  • Pria Rusia gantung diri dalam tayangan langsung di Internet
  • Demi Sienna, KPAI akan pantau Marshanda-Ben
  • Tak ada arsip penting di Gudang Kementerian ESDM yang terbakar
  • 3 Alasan utama kenapa gairah seks wanita hamil menurun
  • Gudang teknisi Kementerian ESDM terbakar, puluhan karyawan panik
  • Dewi Perssik diancam 6 tahun penjara, polisi selidiki Zion Putra
  • Sampah di Pasar Rakyat Rakernas PDIP dikeluhkan pengunjung
  • SHOW MORE