Ribuan pilot menganggur, masihkah jadi pekerjaan impian?
Merdeka.com - Menjadi pilot selama ini menjadi cita-cita banyak orang. Selain gaji yang cukup tinggi, bekerja di udara selalu menarik dan penuh tantangan. Hal ini kemudian membuat ribuan orang berbondong-bondong masuk sekolah penerbangan.
Meski demikian, ribuan pilot di Tanah Air saat ini menganggur. Maskapai enggan merekrut mereka dengan berbagai alasan. Bahkan, maskapai lebih memilih pilot asing yang dinilai lebih berkualitas.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi pernah menyebut bahwa 1.200 pilot Indonesia masih menganggur. Kondisi ini sangat disayangkan karena terjadi disaat industri penerbangan sedang tumbuh.
"Memang patut disayangkan di saat industri penerbangan nasional sedang tumbuh tapi ternyata masih ada ribuan pilot yang lulus sekolah penerbangan masih belum bekerja," kata Menhub Budi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengaku tengah mencari solusi atas banyaknya tenaga profesional pilot yang belum bekerja setelah mereka lulus.
"Pilot di Indonesia selama dua tahun ini ada sekitar 1.000-an yang belum bekerja di perusahaan penerbangan," kata Agus di Kantor DKPPU, Bandara Soekarno Hatta, Senin (6/11).
Banyaknya pilot yang menganggur ini terjadi saat bisnis maskapai penerbangan tumbuh tinggi. Salah satunya, Garuda Indonesia yang mengaku kekurangan pilot saat ini. Direktur Operasional Garuda Indonesia, Triyanto, mengakui bahwa kekurangan pilot berdampak pada minimnya jam istirahat.
"Masalah jam istirahat. Kita dalam aturan 8 hari sebulan. Memang karena kita kekurangan penerbang, kita negosiasi 'boleh saya kurangi satu hari dulu' (jam istirahat)," ungkapnya di Jakarta, Selasa (23/1).
Kenapa ini kejadian ini bisa terjadi? Silakan klik selanjutnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya