Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masuk masa panen, Mentan Amran sebut harga gabah turun capai 30 persen

Masuk masa panen, Mentan Amran sebut harga gabah turun capai 30 persen Mentan Amran Sulaiman datangi KPK. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, melaporkan kondisi masa panen terkini kepada Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution. Menteri Amran mengatakan hingga kini sejumlah daerah telah memasuki masa panen, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Datang melapor panen padi, kami ke Jawa barat, Garut, Sukabumi, Pati. Langsung ke Jawa Tengah kemudian Jawa Timur melihat panen. Sekarang menjaga petani jangan sampai harganya jatuh terlalu jauh," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (8/2).

Dengan adanya panen di sejumlah daerah, pembelian hasil panen (gabah) sudah normal yaitu turun sebesar 30 persen dari sebelumnya Rp 6.500 per Kilogram (Kg). Menurut Menteri Amran, seharusnya penurunan ini juga diikuti dengan penurunan harga beras di sejumlah daerah.

"Kalau harga sudah turun dari Rp 6.500 kurang lebih 25 sampai 30 persen. (Penurunan harga beras) harusnya linear kan, harusnya 25 sampai 30 persen. Jadi apa yang harus dilakukan? membenahi rantai pasok," tuturnya.

Menteri Amran mencontohkan, di Kabupaten Pati, pemerintah baru saja menyerap gabah kering panen sebanyak 400 ton dengan harga pembelian Rp 3.900 dan Rp 4.000 per Kg. Angka panen ini diperkirakan masih akan terus bertambah sampai 1.000 ton.

"Baru saja Pati transaksi harga belinya Rp 3.900 dan Rp 4.000 per Kg gabah kering panen, kurang lebih 400 ton baru siang. Kemungkinan sampai malam itu 1.000 ton. Itu baru satu kabupaten. Intinya kita menjaga petani agar harga jangan di bawah HPP," jelasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP