Merdeka.com tersedia di Google Play


Lima kajian Bappenas soal kereta super cepat

Reporter : Wisnoe Moerti | Senin, 8 April 2013 06:25


Lima kajian Bappenas soal kereta super cepat
kereta cepat taiwan. ©blogspot.com

Merdeka.com - Salah satu sarana transportasi yang jadi primadona di Indonesia adalah kereta api. Tengok saja kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor di pagi dan sore hari, selalu kelebihan penumpang. Atau tengok saja saat mudik hari raya Idul Fitri, kereta masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat.

terlepas dari itu, harus diakui bahwa sarana transportasi kereta api di Indonesia masih kalah jauh dibanding negara lain. Termasuk dalam hal kecepatan. Di China, kecepatan kereta api minimal di atas 200 kilometer per jam.

Sementara di Indonesia, menurut pengakuan KAI, hanya sekitar 100 kilometer per jam. Apalagi jika membandingkan dengan kereta buatan Jepang yang secara teknologi sudah jauh meninggalkan Indonesia. Tidak heran jika KAI memilih mendatangkan kereta bekas dari Jepang dibanding membeli kereta yang diproduksi oleh Industri Kereta Api (INKA).

Mimpi dan wacana menghadirkan sistem transportasi kereta cepat di Indonesia sempat dikabarkan tenggelam setelah muncul pertama kali pada 2008. Ternyata, pemerintah masih berambisi mewujudkan mimpi memiliki sarana transportasi canggih tersebut. KAI menyatakan diri tidak sanggup untuk menggarap proyek kereta api cepat. Salah satunya karena investasi yang dibutuhkan sangat besar.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mengaku sudah bekerja sama dengan Kementerian Transportasi Jepang untuk pra studi kelayakan atau feasibility study (FS). Kajian awal untuk proyek tersebut sudah tuntas. Bahkan, Bappenas siap menindaklanjuti untuk studi kelayakan sambil menunggu kepastian kelanjutan kerja sama dengan Jepang yang akan memberikan hibah USD 15 juta.

Berikut hasil kajian awal Bappenas mengenai kereta super cepat:

[noe]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Bappenas, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Bappenas.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





 

Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Ambisi besar Prabowo setelah berhasil gandeng partai kabah
  • Berguru ke Syekh Ahmad Khatib membuat Haji Agus Salim makin alim
  • 5 Alasan utang asing terus bengkak versi pengamat
  • 5 Fakta kapal Australia masuk Indonesia,27 KM dari Palabuhanratu
  • Tom Hardy bakal berperan ganda sebagai saudara kembar Kray
  • Satu lagi cerita nestapa ibu hamil naik KRL
  • Libur panjang tak buat tujuan wisata Jakarta sepi
  • 10 Pemain center paling 'kokoh' sepanjang sejarah NBA
  • Romi tegaskan sesepuh PPP tak restui koalisi dengan Gerindra
  • 8 Film komedi romantis yang wajib ditonton tahun ini
  • SHOW MORE