Merdeka.com tersedia di Google Play


KPPU cari penyebab harga kedelai mahal

Reporter : Idris Rusadi Putra | Kamis, 5 September 2013 11:00


KPPU cari penyebab harga kedelai mahal
Komisioner KPPU sedang menggelar rapat. ©2013 Merdeka.com/facebook.com//KPPUINDONESIA/photos_stream

Merdeka.com - Harga kedelai saat ini masih cukup tinggi dan menyusahkan para pengrajin tahu dan tempe. Tingginya harga kedelai disebut pemerintah akibat melelamahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD, dan memang selama ini Indonesia melakukan ekspor kedelai dari Amerika Serikat.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tidak menerima penjelasan itu begitu saja. Lembaga antikartel ini mengaku sedih tingginya harga kedelai, menyebabkan rakyat kecil susah mendapatkan tahu dan tempe berharga murah.

"Fokuskan pada harga kedelai yang melejit, harga daging sapi yang tak kunjung turun. Rakyat kecil tak makan daging sapi ya tidak begitu masalah, kalau rakyat kecil tak bisa makan tempe ini kan keterlaluan," ujar Komisioner KPPU Munrohim Misanam saat membuka Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantornya, Jakarta, Kamis (5/9).

Saat ini KPPU mengumpulkan para pemangku kepentingan kedelai untuk meminta kejelasan apa sebenarnya yang terjadi pada kedelai ini. Sepengetahuan KPPU, kebutuhan kedelai Indonesia mencapai 2,5 juta ton per tahun. Saat ini sudah dikonsumsi 1,9 ton.

"Katanya harga kedelai naik karena nilai tukar dan kedelai didominasi impor bergerak karena fluktuasi internasional mempengaruhi harga di Indonesia. Mayoritas kita impor dari Amerika yang saat ini bergejolak," katanya.

Dalam rapat dengar pendapat kali ini, KPPU mengundang banyak pihak seperti Bulog, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, asosiasi serta beberapa perusahaan importir kedelai.

"Sampai sejauh mana beban kedelai ini. Apakah demand dan supply tidak seimbang, apakah ada supply dan tertahan atau kenapa. Kita harus mengetahui ini," tandasnya.

[ard]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Impor Kedelai, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Impor Kedelai.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Mukernas cari cara kembalikan SDA ke posisi ketua umum PPP
  • Korupsi Rp 4,7 M, eks Kasatpol PP Sumut dituntut 3 tahun bui
  • Terdakwa kasus korupsi menangis tersedu di ruang sidang Tipikor
  • Anak usaha Garuda Indonesia bangun hotel Rp 115 M di Surabaya
  • Foto selfie picu gangguan makan?
  • PDIP rajai perolehan suara pileg di Solo
  • Emron sindir dua menteri kader PPP tak hadir di Mukernas
  • Inilah alasan Cameron Diaz enggan berkomitmen
  • Pengamat: Kisruh PPP karena SDA ingin seperti Mega dan SBY
  • Satu lagi korban sodomi di TK JIS melapor ke KPAI
  • SHOW MORE