Konsumsi kecil, Kementan sebut daging sapi bukan masalah darurat
Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat konsumsi daging sapi rakyat Indonesia hanya mencapai 4,58 persen dari total jumlah penduduk. Artinya, ketergantungan konsumsi daging sapi masih sangat kecil.
Staf Ahli Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan sentra konsumsi daging sapi terbesar terdapat di Jabotabek dan Bandung. Kekurangan pasokan di sentra konsumsi ini yang sering menyulut naiknya harga. Untuk itu, dia meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) harus mampu mengatasi konsumsi di sentra konsumsi tersebut.
"Untuk menyelesaikan persoalan daging sapi, fokus kita seharusnya berpusat pada konsumsi pasar di DKI, Jabotabek dan Bandung. Jika bisa diatasi konsumsi di pasar tersebut, saya yakin semua akan selesai," ujar Syukur dalam Forum Group Discussion (FGD) Persoalan Daging Sapi di Gedung Badan Urusan Logistik (Bulog), Jakarta, Selasa (8/9).
Syukur menegaskan konsumsi daging sapi yang hanya 4,58 persen tersebut masih kalah ketimbang konsumsi daging ayam yang mencapai 79 persen. Dengan begitu, daging sapi bukan masalah yang darurat saat ini.
"Artinya, pengkonsumsi daging ayam lebih dibutuhkan dibandingkan daging sapi," kata dia.
Syukur yakin Bulog dapat mengatasi permasalahan daging sapi. Pasalnya, masalah tersebut tidak terlalu berat karena Indonesia merupakan pengkonsumsi daging ayam bukan daging sapi.
"Masalah daging sapi harus diatasi tiga kota itu. Saya percaya Bulog mengatasi itu. Saya optimis Bulog mampu," pungkas dia. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya