Kemenperin segera gandeng China bangun smelter
Merdeka.com - Kementerian Perindustrian dalam waktu dekat ini akan melakukan pertemuan dengan duta besar China. Pertemuan ini nantinya akan membahas pembangunan smelter atau instalasi pemurnian barang tambang di kawasan timur Indonesia.
Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan adanya penempatan pembangunan smelter ini rencananya berlokasi di Kalimantan dan Sulawesi. Format kerja sama nanti langsung mengikat antar pemerintah (government to government/ GtoG).
"Saya mau menuju ke kantor untuk menyiapkan Mou dengan China secara G to G," ujarnya usai acara "Focus Group Discussion tentang arah kebijakan industri nasional" yang saat ini tengah di bahas di Komisi VI DPR RI" di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (19/6).
Namun, Hidayat belum dapat mengetaui besaran angka investasinya. "Kan ini baru MoU jadi belum tau. Baru mau menentukan wilayah tapi Sulawesi dan Kalimantan sudah pasti. Saya mau ajak ke Papua, tapi kalau belum dapat jawaban," jelas dia.
Namun menyebutkan bahwa investasi pembangunan smelter memakan dana sekitar USD 1 miliar dan kawasan itu akan mendekati sumber-sumber mineral dan mengingat ini adalah kapital intensif.
"Saat ini sedang mengatur untuk mendapatkan tanahnya, luas per unit hampir 5.000 hektar. Jadi pemerintah China itu mau menyiapkan kawasannya nanti investornya baru diundang," ungkapnya.
Nantinya, Pemerintah Negeri Tirai Bambu itu mengajak BUMN-BUMN besar di negara tersebut melakukan eksekusi. Jumlah perusahaan pelat merah China yang akan masuk menurut Hidayat ada lebih dari 20 perusahaan.
"Mereka juga sudah lapor ke presiden dan semua harus support. Termasuk freeport, kalau dia tidak mau bangun, dia harus supply, tidak ada pengecualian. Dan ada kemungkinan bukan hanya smelter saja, tapi nanti lihat saja," tutupnya. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya