Kemenpan tegaskan tidak ada lagi PNS titipan

Reporter : Ardyan Mohamad | Selasa, 23 Oktober 2012 18:10




Kemenpan tegaskan tidak ada lagi PNS titipan
pelantikan cpns. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengaku masih memiliki kekurangan dalam tahap penjaringan pegawai pemerintah. Namun, tapi tingkat kecurangan selama pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah sangat minim.

Wakil Menteri PAN-RB Eko Prasojo mengatakan dengan sistem teranyar yang penentuan kelulusan calon bertahap dan memakai standar nasional, banyak kepala daerah mengaku terbantu karena tidak mungkin lagi meloloskan calon titipan.

"Selama ini kan memang (bupati/wali kota) serba salah. Kadang-kadang ada titipan keluarga segala macam, titipan kawan, politisi, mereka tidak bisa ngelak. Sekarang dengan (ujian) tingkat nasional, mereka seneng karena ukurannya nasional," ujar Eko di kantornya, Selasa (23/10).

Walaupun tak ada lagi PNS titipan, pemerintah mengakui dari pantauan, masih banyak CPNS yang diterima tidak terlalu bagus kualitasnya. Pihaknya akan memperketat soal dan kualifikasi agar pelamar yang diterima benar-benar berkualitas.

"Kita berharap bisa memperoleh kandidat-kandidat terbaik untuk mengisi birokrasi. Kalau yang masuk orang baik, kan pemerintah daerah akan untung," ujarnya.

Eko meminta semua instansi pemerintah melakukan pengawasan internal menggandeng badan kepegawaian untuk melakukan pengawasan pada PNS. Pemerintah mengancam tidak akan memberikan nomor induk pegawai jika dari hasil tes kompetensi dasar berbeda dengan yang dilaporkan. "Kita akan cek melalui BKN. Apakah data Tes Kompetensi Dasar sama dengan yang mereka umumkan. " .

Dari 148.259 peserta seleksi bulan lalu, hanya 44.216 lolos passing grade. Kemudian dari 11.460 formasi PNS di pelbagai kementerian atau dinas yang disediakan, hanya 9.821 orang lolos alias 84,3 persen saja.

Data Indonesian Corruption Watch selama tes serentak di 33 Provinsi sebulan lalu, terdapat 60 pelanggaran. Dari daftar tersebut, pelanggaran paling parah adalah praktik perjokian dan suap oknum yang mengaku bisa meloloskan calon tanpa perlu serius mengikuti ujian.

[arr]

KUMPULAN BERITA
# KemenPAN

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Tahun ini, menperin target ekspor 200 ribu mobil
  • Ini daftar 25 negara pengekspor jihadis ke Suriah
  • Meski cabut gugatan, tak ada pelakuan istimewa buat Newmont
  • Belasan orang ngaku relawan Jokowi tuntut KPK tangkap SBY
  • Jika Maia Estianty sakit, Al Ghazali akan gendong ke RS
  • Pencuri spesialis counter HP di Jambi dibekuk
  • Pilih urus haji, Lukman Hakim mundur dari anggota DPR terpilih
  • [FOTO] Menatap senja, Kim - Kanye bak pasangan negeri dongeng
  • Fokus ekspor sawit lestari, cara Indonesia hadapi tekanan Eropa
  • Mabes Polri sebut pamen narkoba sudah penuhi syarat hukuman mati
  • SHOW MORE