Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kadin sebut skema Gross Split matikan industri migas RI

Kadin sebut skema Gross Split matikan industri migas RI Explorasi minyak. www.woodgroupnews.com

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berencana mengubah skema bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC) dengan Gross Split dalam menggarap proyek blok minyak dan gas bumi (Migas). Skema ini dinilai memberikan dalam ke industri penunjang migas Tanah Air.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Energi dan Migas Bobby Gafur Umar mengatakan skema Gross Split yang akan diterapkan masih banyak mengalami pertentangan bagi pelaku usaha. Sebab, skema ini dikhawatirkan mengganggu industri penunjang migas.

"Skema baru dalam pengusahaan migas di Indonesia, yaitu Gross Split masih ada kekurangan, belum ada sosialisasi menyeluruh, juga belum ada input yang terjadi di lapangan, yang beri dampak langsung maupun tidak langsung," ujar Bobby di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (13/12).

Lebih lanjut, dia mengaku telah berkonsultasi dengan Kementerian ESDM untuk menjelaskan skema Gross Split tersebut. Menurutnya, yang menjadi kekhawatiran dari para pengusaha jika skema ini dijalankan adalah akan membuat industri-industri migas Tanah Air kolaps.

"Nah, Kami Kadin melihat bahwa jangam terlalu skeptis bahwa pemerintah pasti sudah memikirkan begitu banyak hal dan apalagi menteri perindustrian bilang bahwa industri di Indonesia akan tumbuh sekian persen mulai 2017 ke depan. Jadi tentunya hal-hal negatif ini bisa menjadi suatu sinergi yang akhirnya kita temukan solusi skemanya bagaimana nanti akan bisa dijelaskan kita sedang menunggu dua hari kedepan usulan tertulis dan wacana-wacana yang masih belum terbahas tadi dari asosiasi," jelasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP