JK: Kebijakan kenaikan harga BBM telat dua tahun

Reporter : Sri Wiyanti | Sabtu, 1 Juni 2013 21:17




JK: Kebijakan kenaikan harga BBM telat dua tahun
Jusuf Kalla. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah dibicarakan berlarut-larut. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai seharusnya pemerintah sudah mengurangi subsidi BBM sejak dua tahun lalu.

"Ini sudah telat dua tahun harusnya sudah dari dulu-dulu kebijakan untuk menaikkan BBM bersubsidi. Mungkin pemerintah masih takut melihat dampak-dampaknya," ujar Kalla di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Sabtu (1/6).

Kalla mengatakan, seandainya pemerintah mengurangi subsidi BBM sejak dua tahun lalu, tentu pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan terlibas oleh Filipina. "Kita bisa saja melebihi Filipina. Kalau zaman dulu subsidi kita tidak sebesar ini, ekonomi kita pasti akan jauh lebih baik dari mereka," tegas Kalla.

Tidak hanya itu, untuk mengejar ketinggalan Indonesia, Kalla menyarankan pemerintah untuk tidak tanggung-tanggung dalam membatasi subsidi yang akan berakibat kenaikan harga BBM jenis premium.

Kalla menyebut pemerintah pernah mengurangi subsidi BBM yang mengakibatkan harga BBM melonjak hingga 120 persen. Tindakan tersebut dinilai bisa mempertahankan stabilitas kondisi perekonomian Indonesia untuk jangka waktu yang cukup lama, dengan gejolak inflasi selama enam bulan.

"Sebenarnya mau dinaikkan 120 persen juga gak papa. Dulu kita pernah naikkan segitu, memang inflasi naik sedikit, tapi inflasi itu hanya enam bulan, kemiskinan naiknya tidak banyak, kemiskinan hanya naik 1 persen pada saat kita naikkan 120 persen malah," imbuh Jusuf Kalla .

Lebih lanjut Kalla mengungkapkan, untuk kondisi saat ini, pemerintah harus menyiapkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi bagi rakyat yang terimbas secara langsung kebijakan pengurangan subsidi BBM ini.

"Jadi sebenarnya BLSM itu efek langsungnya ke masyarakat miskin itu kecil sekali. Namun BLSM tetap penting supaya untuk meringankan saja," ucap Jusuf Kalla .

Pemerintah berencana menerapkan kebijakan yakni menaikkan harga BBM bersubsidi pada premium yang sebelumnya Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 dan solar sebelumnya Rp 4.500 menjadi Rp 5.500. Kebijakan pemerintah yang dilakukan ini adalah untuk mengurangi anggaran subsidi BBM yang sangat besar dan membebani APBN.

[bmo]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Harga ikan berpotensi naik sejak penjualan solar dibatasi
  • Tak punya Kipem, 19 pelayan pijat digaruk Satpol PP Surabaya
  • Sering 'Game Over' ketika bermain game? Salahkan otak
  • Pegawai kesurupan di pabrik malah diperkosa bos WN China
  • Jelang nikah, Jennifer Aniston lakukan diet ketat
  • Surya Paloh ajak relawan bantu pemerintahan Jokowi-JK
  • Ketahui 6 musuh terbesar untuk kulit sehat!
  • Tuding Jokowi otoriter, Ngabalin kembali bawa-bawa Tuhan
  • Polres Langkat gagalkan penyelundupan 55 ekor landak
  • Jokowi minta program unggulannya masuk RAPBN 2015
  • SHOW MORE