Jelang pengumuman BI rate, rupiah kembali melemah
Merdeka.com - Jelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), rupiah kembali melemah sebesar 31 poin menjadi Rp 9.887 per USD, setelah kemarin menguat ke level Rp 9.856 per USD. Nilai tukar tersebut berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rete (Jisdor) yang terpampang dalam situs resmi Bank Indonesia (BI).
Sementara itu, acuan nilai tukar lain yang sering digunakan oleh pelaku pasar, ialah yang di keluarkan oleh Reuters dan Bloomberg. Menurut data Reuters, nilai tukar rupiah kemarin ditutup di level Rp 9.855 per USD. Hari ini, Reuters mencatat nilai tukar kembali melemah sebesar 65 point ke level Rp 9.920 per USD.
Data Bloomberg juga tidak terlalu berbeda. Setelah ditutup di level Rp 9.861 per USD, hari ini rupiah kembali melemah sebesar 32 point ke level Rp 9.893 per USD.
Hari ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur bulanan untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan BI dalam menyikapi kondisi makro ekonomi Indonesia. Salah satu yang akan dibahas adalah suku bunga acuan BI (BI Rate). Apakah BI Rate akan naik atau tetap di level 5,75 persen?
Sebelumnya, beberapa pengamat ekonomi menilai bank sentral perlu menaikkan suku bunga acuannya untuk membantu mengoptimalkan penguatan nilai tukar rupiah. Sejauh ini, BI telah melakukan beberapa strategi moneter untuk menahan melemahnya rupiah semakin dalam.
BI telah melakukan langkah yang disebut operation twist, di mana BI melepas USD dan mendapatkan rupiah, kemudian rupiah tersebut digunakan untuk membeli surat-surat berharga, dalam hal ini BI menyerap Surat Utang Negara (SUN) hasil lelang di pasar surat berharga senilai Rp 1 triliun.
Langkah lain untuk jangka waktu yang relatif lebih panjang adalah menaikkan suku bunga fasilitas simpanan Bank Indonesia (FasBI) sebesar 25 basis point dari 4 persen menjadi 4,25 persen. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya