IPC ngotot bangun terminal peti kemas Kalibaru

Reporter : Ardyan Mohamad | Kamis, 20 Desember 2012 15:10




IPC ngotot bangun terminal peti kemas Kalibaru
bongkar muat peti kemas. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II yaitu PT Pengembang Pelabuhan (IPC) menilai kebutuhan pembangunan Terminal peti kemas Kalibaru, Jakarta Utara, sangat mendesak.

Alasannya kapasitas Tanjung Priok sudah tidak bisa menampung kapal tanker berukuran raksasa yang menjadi tren dunia saat ini. Jika terus dipaksakan, biaya bongkar muat bisa melonjak.

Direktur Umum IPC Dany Rusli menyatakan selama ini kapal tanker berukuran 10.000 Teu (satuan kontainer) merapat ke Singapura dulu bila ingin bongkar muat.

Hal ini karena Tanjung Priok baru bisa menampung 6.000 Teu. Alhasil ada kongesti alias biaya tambahan karena proses bongkar muat semakin lama. Padahal biaya bongkar muat satu kontainer saja sudah mencapai USD 30-50 per hari.

"Kalau tidak dicari solusinya, pasti terjadi kongesti. Bila bongkar muat makan waktu tiga hari, biayanya ratusan juta, pasti importir akan menaikkan harga barang, imbas ini yang ditanggung konsumen," ujarnya selepas jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis (20/12).

Dengan pertimbangan itu, IPC mengaku memberanikan diri untuk melakukan persiapan tanpa menunggu semua perizinan selesai. Perusahaan ini sudah membangun pemecah ombak dan tiang pancang, serta mengklaim telah menyelesaikan semua proses pembebasan lahan. Dany bahkan sesumbar, sesudah izin AMDAL turun, pihaknya bisa langsung memulai pembangunan.

"Kapan saja Presiden siap meresmikan, kami siap eksekusi di lapangan," tegasnya.

Untuk membiayai proyek tahap pertama IPC menggunakan dana internal dan menggandeng beberapa bank nasional. Diperkirakan proyek pembangunan terminal peti kemas Kalibaru fase 1 akan menelan dana Rp 23 triliun.

IPC merancang terminal Kalibaru dibangun dalam dua tahap. Fase pertama ditarget rampung pada 2017, meliputi tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk seluas 272 hektare. Bila semua pembangunan selesai, terminal Kalibaru ini dapat menampung 4,5 juta Teu kontainer dan 9,4 juta m3 produk minyak dan gas.

Namun karena dasar hukum pembangunan yaitu perpres 36/2012 mewajibkan fasilitas itu bisa digunakan secepatnya, Dany mengebut pembangunan satu terminal selepas AMDAL turun.

"Kami upayakan terminal CT 1 di tahap satu sudah bisa beroperasi pada 2014," ungkapnya.

[noe]

KUMPULAN BERITA
# Pelabuhan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Honda P25 1966 Chicara Nagata, 'bukan motor biasa'!
  • Drama Joo Won dikritik pengarang Manga Nodame Cantabile
  • Agung Laksono bantah jadi menteri Jokowi, ingin fokus ke Golkar
  • Biro Pers Istana: Hari ini belum ada rencana pengumuman kabinet
  • Viagra ternyata ampuh cegah serangan jantung!
  • Lucunya putri mungil Alyson Hannigan saat tersenyum seperti ini
  • Renovasi toilet & dinding DPRD DKI habiskan anggaran Rp 28 M
  • MMA Forum Indonesia 2014, jembatan pemasaran mobile di Indonesia
  • Banding Wawan ditolak, KPK susun strategi ajukan kasasi
  • Wanita pakai rok mini ngamuk maki-maki sopir taksi di jalan raya
  • SHOW MORE