Harga minyak mentah naik jadi USD 111,07 per barel

Reporter : Saugy Riyandi | Senin, 4 Februari 2013 12:19

Harga minyak mentah naik jadi USD 111,07 per barel
Index Minyak. AFP, merdeka.com/Djoko

Merdeka.com - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) berdasarkan formula ICP selama Januari 2013 mencapai USD 111,07 per barel, naik USD 4,17 per barel dari ICP pada bulan Desember USD 106,90 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu meningkatnya konsumsi heating oil di AS dan Eropa akibat musim dingin yang ekstrem.

"Sementara harga Minas/SLC mencapai USD 115,95 per barel, naik USD 6,94 per barel dari bulan Desember 2012 sebesar USD 109,01 per barel," ujar Tim Harga Minyak Indonesia di Jakarta, Senin (4/2).

Selain itu, respon positif pasar atas membaiknya perekonomian global yang diindikasikan oleh membaiknya pasar perumahan, meningkatnya kegiatan manufaktur serta turunnya angka pengangguran di AS yang di antaranya terdorong adanya stimulus dari The Fed. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 sebesar 3,5 persen, naik 0,3 persen dibandingkan tahun 2012.

"Pemerintah Jepang menyetujui paket stimulus sebesar USD 116 miliar untuk memacu kebangkitan ekonomi. Ekspor produk industri China pada bulan Desember 2012 mengalami peningkatan sebesar 14,1 persen dibandingkan ekspor pada bulan November 2012," tegas dia.

Kenaikan harga minyak juga disebabkan proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2013 berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency), CGES (Centre for Global Energy Studies) dan EIA (Energy Information Administration) menunjukkan peningkatan sebesar 0,11-0,30 juta barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan publikasi IEA, CGES dan Reuters, produksi minyak dari negara OPEC pada bulan Desember 2012 mengalami penurunan sebesar 0,26-0,55 juta barel per hari dibandingkan produksi bulan November 2012, terutama disebabkan penurunan produksi dari Arab Saudi merupakan titik terendah dalam 19 bulan terakhir.

Penyebab lainnya adalah meningkatnya kapasitas seaway pipeline menjadi 400.000 barel per hari sehingga diharapkan dapat mengurangi stok minyak mentah di Cushing Oklahoma, AS dan adanya gejolak politik di wilayah timur Tengah dan Afrika Utara.

Sementara itu, untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak juga disebabkan meningkatnya permintaan jenis direct burning dari Jepang akibat musim dingin dan tingginya permintaan diesel di India.

[rin]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Minyak Dunia

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kapolri bilang korupsi CSR Pertamina kasus lama
  • Berkas rampung, kasus pembunuhan Deudeuh segera disidang
  • Ahmad Dhani bakal gugat balik Farhat dengan nilai lebih besar
  • Buruh ancam mogok Nasional, ini jawaban Kapolda Metro Jaya
  • Menteri Jonan soal kereta cepat: Kita pilih keselamatan paling baik
  • Serapan anggaran rendah, ini alasan Menteri Saleh Husin
  • Ada arti dibalik pelukan Ashanty kepada Yuni Shara
  • Yenti Garnasih: Bareskrim sedang incar siapa, tanyakan ke sana
  • Lawannya tak lolos verifikasi Pilkada Surabaya, ini tanggapan Risma
  • Taecyeon Vs Lee Jong Suk, siapa pangeran hati Park Shin Hye?
  • SHOW MORE