Hadapi Lebaran, pemerintah majukan realisasi impor daging sapi
Merdeka.com - Pemerintah menyatakan dalam mengantisipasi kelangkaan pasokan daging sapi menjelang Lebaran maka Kementerian Pertanian akan menambah stok sebesar 30 ribu ton di kuartal II. Penambahan stok ini berasal dari pemajuan realisasi kuota impor di kuartal III.
Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan tahun ini pemerintah menetapkan kuota impor daging sebesar 80 ribu ton. Setiap kuartalnya pemerintah menetapkan 20 ribu ton mengimpor daging sapi.
"Rata-rata aja dimajuin ke triwulan dua. 20 ribuan dan 30 ribuan ya gitu kita majuin ya," ujarnya saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/5).
Rusman mengakui bahwa peningkatan permintaan akan komoditas daging sapi selalu terjadi tiap tahun pada saat Lebaran. Jika memang rencana pasokan tetap kurang, maka pemerintah akan menugaskan Badan Urusan Logistik untuk juga melakukan impor.
Dia juga menegaskan kenaikan harga daging sapi juga pasti tak terelakkan. Ini disebabkan, selain masalah tingginya permintaan, juga karena sistem logistik yang belum baik.
"Segera diluncurkannya kapal-kapal yang didisain khusus untuk angkatan ternak. Selama ini kan angkutan ternak menggunakan kapal umum saja begitu ya," jelasnya.
Sementara untuk komoditas lainnya seperti beras, Rusman mengatakan bahwa Indonesia memiliki stok berlebih. Pemerintah memastikan beras tidak akan mengalami kelangkaan.
"Malah Bulog itu sekarang menghadapi problem pemeliharaan beras karena stoknya terlalu banyak," ucapnya. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya