ESDM perketat pengawasan tambang rakyat

Reporter : Saugy Riyandi | Kamis, 30 Agustus 2012 18:09

ESDM perketat pengawasan tambang rakyat
ilustrasi tambang pasir. REUTERS

Merdeka.com - Pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan tambang yang masih diperbolehkan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Terutama untuk usaha tambang kecil dan rakyat.


Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo mengatakan jika tidak diawasi secara ketat akan ada oknum yang memanfaatkan adanya pelarangan tersebut. "Jadi kita jangan sampai menganggu yang kita takutkan nanti harga pasir naik, harga krikil naik. Jadi Pak menteri bilang udah deh enggak naikan, tapi diawasi," katanya.

Dia menegaskan pemerintah akan memberikan sanksi apabila ada perusahaan tambang dan perkebunan yang masih bandel memakai BBM subsidi. Sanksi tersebut dapat berupa teguran dan pencabutan izin tambang. "Perusahaan tidak miliki sendiri angkutan tapi sewa akan pakai stiker. Kalau ini ketahuan kita minta perusahaan tidak boleh sewa lagi," katanya.

Pemerintah menegaskan masih memberikan kelonggaran bagi perusahaan perkebunan yang memiliki luas 25 hektar menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menegaskan selain pengusaha dengan lahan perkebunan maksimal 25 hektar, pemerintah memperbolehkan pertambangan rakyat, pengangkutan dan penjualan pertambangan batuan menggunakan bensin subsidi.

[arr]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Pembatasan BBM

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE