Dua opsi pengembangan bandara
Merdeka.com - Dalam strategi pengembangan bandara dan pelayanan penerbangan di Indonesia, pemerintah sudah mempunyai rencana yang siap untuk diimplementasikan. Saat ini ada dua pilihan untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur pendukung transportasi udara di Jakarta.
Strategi pertama adalah pengembangan Bandara Soekarno Hatta. Direktur Bandara Kementerian Perhubungan Bambang Cahyono menjelaskan, untuk meningkatkan kapasitas bandara Soekarno-Hatta, pemerintah berencana membangun terminal 4.
“Dengan adanya terminal 4 kita harus membangun landasan atau runway 3. Lahan yang dibutuhkan sekitar 140 hektar dan akan merelokasi rumah warga sebanyak 2000 ribu rumah. Dan untuk membebaskan lahan membutuhkan Rp850 miliar,” ujar Bambang dalam konfrensi pers di Cengkareng, Kamis (2/8)
Langkah ini perlu dilakukan mengingat traffic penerbangan saat ini terus meningkat. Pada tahun 2011 saja, Bandara Soekarno Hatta melayani 51,5 juta pergerakan penumpang. Besarnya angka pergerakan penumpang menempatkan Bandara Soeta pada peringkat 12 dalam daftar bandara tersibuk di dunia versi Airport Council International.
Kesibukan di Bandara Soekarno Hatta memunculkan opsi kedua yakni mencari lahan baru untuk pembangunan bandara. Kemungkinan lahan yang tersedia di Karawang, Jawa Barat.
“Ini lahan 830 hektar, pembebasan lahan Rp 4,6 triliun, dan salah satu opsi daerahnya nanti di Karawang. Dan ini akan bisa mengangkut 90-100 juta orang per tahun 2024,” jelasnya.
Namun, penyelesaian Bandara Karawang menunggu terselesaikannya Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. Pemerintah akan membangun dua bandara di Jawa Barat yakni Bandara Kertajati di Majalengka dan Bandara Karawang. Pembangunan bandara di Karawang akan dilakukan setelah Bandara Kertajati rampung.
Untuk pendanaan, diakui tidak bisa dilakukan oleh Angkasa Pura sendiri. Perlu ada peran pemerintah untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan bandara tersebut. (mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya