Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DNET rencanakan rights issue hingga Rp 7 triliun

DNET rencanakan rights issue hingga Rp 7 triliun Ilustrasi Teknologi Informasi . (c) shutterstock

Merdeka.com - Lama menjadi emiten kelas teri, kini PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET) berencana akan melakukan penawaran umum saham terbatas atau rights Issue sebesar Rp 7 triliun atau 14 miliar lembar saham. Angka ini terbilang tinggi diantara emiten informasi teknologi lainnya.

"Kami sudah berhasil mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI)," ujar Head Of Accounting and Finance Dnet Even Go usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) DNET di Graha Niaga, Jakarta, kemarin malam (24/5).

Nantinya, dana hasil Right Issue akan digunakan untuk pengembangan bisnis di tiga perusahaan milik grup Salim. Sekitar 28,55 persen akan diinvestasikan untuk membeli 35,84 persen saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).

Kemudian, sebesar 30,45 persen akan digunakan untuk membeli 31,50 persen saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), dan sebesar 37,65 persen akan dialokasikan untuk membeli 40 persen saham PT Indomarco Prismatama. Sisanya sebesar 3,35 persen akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

"Sebenarnya right issue ini bertujuan untuk menginvestasikan dana ke Grup Salim untuk meningkatkan kinerja Perseroan dimasa mendatang lantaran lima tahun ini belakangan ini kegiatan usaha tidak mengalami kemajuan yang signifikan," jelas dia.

Dengan begitu, pihaknya melalui right issue ini akan perlahan melepas kegiatan usaha sekarang di sektor TI dan memfokuskan menjadi perusahaan investasi pada perusahaan yang bergerak di sektor consumer dan bisnis riil.

Kali ini, perseroan telah menunjuk PT Terra Konsuma Investama dan PT Buana Capital yang bertindak sebagai pembeli siaga. Selain itu, Buana Capital juga akan menjadi penasehat keuangan dalam hal ini.

"Kedua perusahaan ini siap menjadi stand by buyer jika pemegang saham tidak mengambil haknya dalam Right Issue tersebut," tutupnya.

Sebagai informasi, harga pelaksanaan Right Issue sebesar Rp 500 per saham dengan nilai nominal sebesar Rp 250 per saham. Rasionya, setiap pemegang 23 lembar saham lama berhak atas 1.750 HMETD, dengan 1 HMETD sebagai hak membeli 1 saham baru. Untuk pemegang saham yang berhak harus pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 5 Juni 2013. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP