Dahlan rombak direksi Pertamina

Reporter : Saugy Riyandi | Rabu, 18 April 2012 17:55




Dahlan rombak direksi Pertamina
Pertamina. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Belum tuntas persoalan interpelasi dari 38 anggota DPR atas kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menunjuk langsung direksi PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pelni (Persero), PT RNI (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara III (Holding), Dahlan kembali membuat gebrakan.

Kali ini, Dahlan merombak sekaligus menunjuk beberapa direksi Pertamina. "Selaku pemegang saham PT Pertamina, Menteri BUMN memutuskan melakukan pergantian jajaran direksi perseroan melalui surat keputusan No. SK-186/MBU/2012 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi PT Pertamina," ungkap Vice President Corporate Communication PT Pertamina Mochamad Harun melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Rabu (18/4).

Berikut nama-nama yang ditunjuk langsung oleh Dahlan:

1.Chrisna Damayanto sebagai Direktur Pengolahan menggantikan Edi Setianto

2.Hanung Budya Yuktyanta sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga menggantikan Djaelani Sutomo

3.Evita Maryanti Tagor sebagai Direktur SDM menggantikan Rukmi Hadi Hartini

4.Luhur Budi Djatmiko sebagai Direktur Umum menggantikan Waluyo dan,

5.Hari Karyuliarto sebagai Direktur Gas

Nama-nama tersebut bukan orang baru di Pertamina dan BUMN. Chrisna Damayanto sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur Pengolahan Bidang Operasi Kilang, sedangkan Hanung Budya Yuktyanto sebelumnya sebagai Presiden Direktur PT Badak NGL.

Sementara Evita Maryanto Tagor merupakan Presiden Direktur PT Tugu Pratama Indonesia dan Luhur Budi Djatmiko adalah Kepala Satuan Pengawas Internal, sementara itu Hari Karyuliarto sebelumnya menjabat sebagai Corporate Secretary Pertamina.

Adapun, anggota dewan direksi lainnya tidak berubah. "Direktur Utama Karen Agustiawan, Direktur Pengembangan Investasi dan Manajemen Risiko M. Afdal Bahaudin, Direktur Hulu M. Husen dan Direktur Keuangan Andri T. Hidayat," papar Harun.

Sekadar diketahui, keputusan Dahlan mengganti beberapa direksi BUMN menuai kontroversi. Dahlan mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) No. KEP-236/MBU/2011. Keputusan itu mendelegasikan sebagian wewenang Menteri BUMN, selaku perwakilan pemegang saham BUMN dari pemerintah, kepada pejabat eselon I, dewan komisaris, dan direksi BUMN.

Melalui Kepmen tersebut, Dahlan melakukan pemangkasan birokrasi, seperti penunjukan direksi BUMN tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan tanpa mekanisme tim penilai akhir (TPA). Cara Dahlan ini telah terjadi dalam kasus penunjukan langsung direksi PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pelni (Persero), PT RNI (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara III (Holding).

Kebijakan Dahlan itu dianggap telah melanggar UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara, UU No. 19/2003 tentang BUMN, UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, UU No. 10/2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan, dan UU No. 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Dahlan sendiri menanggapi dingin upaya DPR mengajukan interpelasi. Dahlan mengatakan bahwa hak DPR untuk interpelasi seharusnya tidak boleh dihalangi. "Haknya DPR harus dihormati. Selama ini saya menghormati. Jangan ada orang yang menghalangi DPR mau interpelasi," singkat Dahlan.

[oer]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Wajah Baru Strada Triton 2015 Dinilai Kurang Macho?
  • Nick Jonas akui telah gagal menjaga keperjakaan
  • Perpustakaan digital Indonesia pertama segera diluncurkan
  • Mengenang pemberangusan media, Surya Paloh luncurkan buku
  • Gadis manis penjual es krim di Taiwan digemari netizen
  • Kabareskrim turun tangan dalami laporan FPI soal Ahok
  • BI: Bank kecil masih berani genjot kredit
  • Ada perselingkuhan lain di balik cinta terlarang Jean-Sri?
  • Begini cara Newmont mencari 'emas' dalam bebatuan
  • Bongkar 3 mitos paling populer tentang diet
  • SHOW MORE