Dahlan: Listrik tidak bisa dikarungin dan diangkut pakai truk
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjawab kritikan masyarakat terkait rencananya menjual listrik ke Papua Nugini di saat sebagian wilayah Indonesia masih gelap gulita.
Dengan guyonannya Dahlan mengutarakan alasannya menjual listrik ke luar negeri. "Listrik itu bisa diangkut pakai truk tidak?" ucap Dahlan ketika ditemui di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Rabu (19/8).
Dahlan menegaskan, penyaluran listrik tidak bisa dilakukan dengan mudah. Apalagi disalurkan ke daerah-daerah terpencil Indonesia. Penyaluran atau penjualan listrik ke Papua Nugini dilakukan karena memang PLN sedang mengembangkan pembangkit di daerah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.
"Kelebihan satu tempat pindah ke tempat lain memang bisa diangkut? Kecuali diangkut pakai karung. Jadinya ya begitu," tegas Dahlan.
Sebelumnya, di saat kondisi kelistrikan di Indonesia masih buruk, kabar mengejutkan datang dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Usai bertemu dengan delegasi Papua Nugini, dengan penuh semangat Dahlan menceritakan bahwa terbuka peluang ekspor ke negara tersebut. Yang tengah dipikirkan Dahlan adalah ekspor listrik. Listrik dari Papua bisa disalurkan ke Papua Nugini.
"BUMN itu kan ada pertamina, terus, listrik kita akan ekspor listrik di Papua New Guinea. Di Sabah kita jual ke Malaysia. Di papua, kita jual di Papua New Guinea," ucap Dahlan di sela-sela pertemuan dengan delegasi Papua Nugini di Jakarta, kemarin.
Dahlan menuturkan, Indonesia pernah membangun PLTU dengan kapasitas 2X10 MW di dekat Jayapura. Lokasi tersebut hanya 20 km dari Papua Nugini. Namun pembangunan ini tertunda karena kena tsunami.
"Nanti kita sepakati dari PLTU ke perbatasan 20 Kilometer. Dari perbatasan ke Papua Nugini cuma 10 kilometer. Kita akan listriki kota terdekat dari perbatasan 1 kota dan sekitarnya. Di Jayapura ini ada supply pembangkit listrik 2x10 MW dan PLTA 1x10 MW. Akhir tahun jadi," katanya.
Dengan posisi dekat perbatasan, Indonesia bisa memasok listrik sekitar 2 MW ke Papua Nugini. "Kebetulan kota yang dekat dengan Jayapura dan Papua New Guinea itu ada batalion tentara. Dengan jaringan Papua Nugini, kita bisa listriki desa sebelum perbatasan juga. Proyeknya sekarang," jelasnya.
Pernyataan ini seolah kontraproduktif dan bertolak belakang dengan keluhan PLN yang sulit menyalurkan listrik ke Papua lantaran kondisi infrastruktur yang buruk. Dahlan punya alasan sendiri. Alasannya pun sederhana. Dahlan berdalih, menjual listrik ke Papua Nugini hanya bentuk solidaritas Indonesia ke negara tersebut.
"Itu 20 KM dari perbatasan. Ini bukan ekspor secara keseluruhan tapi tolong menolong karena tetangga yang baik. Kita membantu listrik untuk Papua Nugini 2 MW per hour," jelas Dahlan. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya