Bulog butuh 3 minggu datangkan daging sapi dari Australia
Merdeka.com - Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Sutarto Alimoeso membenarkan bahwa pihaknya sudah mendapat kepastian jatah impor daging sapi sebesar 3.000 ton. Meski demikian, operasi pasar belum bisa dilakukan akhir bulan ini.
Dia mengatakan, paling tidak butuh setengah bulan lebih agar daging sapi beku dari Australia itu bisa masuk ke tanah air.
"Kita perlu 3 minggu, itu paling cepat, Juli kira-kira (bisa operasi pasar)," kata Sutarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/6).
Bulog mengklaim sudah memiliki koneksi dengan eksportir daging di Negeri Kanguru itu, sehingga ketika izin impor dari Kementerian Perdagangan keluar, pihaknya tinggal tanda tangan kontrak.
Saat ini, yang dikantongi Bulog barulah Rekomendasi Impor Produk Hortikultura dari Kementerian Pertanian.
"Daging begitu Bulog diberikan penugasan impor, kita akan impor, saya kira (izin impor) 1-2 hari ini pasti keluar," kata Sutarto.
Kabarnya, jenis daging yang akan dimasukkan Bulog untuk normalisasi harga adalah carcass (daging beku serbaguna). Namun, Sutarto menyanggahnya. Dia melihat jenis yang mereka masukkan tergantung permintaan apa saja yang melonjak jelang bulan puasa.
"Kita bisa dalam bentuk carcass atau yang lainnya, kita lihat pasar nanti," cetusnya.
Selain menambah pasokan di pasar tradisional, langkah pemerintah menormalisasi harga daging sapi juga disertai pembebasan impor daging kualitas istimewa (prime cut), supaya industri dan restoran tidak ikut belanja di pasar yang bisa menggenjot permintaan terlalu banyak.
Melalui operasi pasar ini, pemerintah menargetkan harga daging sapi di pasaran bisa turun hingga kisaran Rp 80.000-75.000 per kilogram.
Hanya saja, Sutarto tidak menjamin seluruh daging bisa turun harganya selepas kebijakan operasi pasar dijalankan. Sebab, pemerintah sudah mengingatkan BUMN itu agar tidak mematikan pasaran peternak. Selain itu, jenis-jenis daging tertentu, seperti yang dibutuhkan restoran seringkali memiliki fluktuasi yang tinggi.
"Bulog tentunya tidak boleh mematikan peternak, diharapkan sampai ritel harganya sekitar Rp 75.000, tapi kan ada kelas-kelasnya, tergantung daging yang mana," paparnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya